Dua Sentra Kuliner Belum Bisa Dimanfaatkan

oleh -

*Pemkot Harus Sewa Lahan PT KAI
*Pedagang Dikenakan Sewa

EKONOMI – Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkot membangun dua sentra ekonomi baru di Jalan Rajawali Utara (Samping Batik TV) dan Jalan Cenderawasih Pekalongan Utara.

KOTA – Meski sudah sejak akhir tahun lalu selesai dibangun, dua sentra kuliner yang dibangun Pemkot Pekalongan masing-masing di Jalan Cendrawasih dan Jalan Rajawali Utara atau samping kantor Batik TV, belum bisa dimanfaatkan hingga saat ini. Sebab Pemkot masih harus berkoordinasi dengan pemilik dua lahan itu yakni PT KAI. Pemkot menyatakan siap untuk menyewa dua lahan itu dalam rangka menggunakannya untuk sentra kuliner.

Kepala Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Nur Priyantomo,SE,MM menjelaskan bahwa pembangunan dua sentra ini berdiri di atas lahan milik PT KAI, sehingga koordinasi antara kedua belah pihak pun terus dilakukan hingga mencapai kesepakatan dimana Pemkot Pekalongan memberlakukan sewa lahan tersebut.

“Kami sudah ke Semarang menemui Manager Pengusahaan Aset, terkait hal tersebut PT Kai bersama kami (DPUPR, Dindagkop-UKM, Bagian Hukum Setda dan Aset BKD) akan mengukur karena hasil koordinasi tersebut, Pemkot dikenakan sewa atas lahan tersebut. Kemarin, kedua belah pihak sudah menjadwalkan namun ditunda karena kondisi cuaca yang tak menentu, sehingga kami masih menjadwal ulang dan status lahan tersebut selanjutnya akan kami rapatkan bersama PT KAI terkait proses perjanjian kerjasamanya tersebut,” terangnya.

Menurut Nur Pri, hasil keputusan nanti menunggu rapat dengan PT KAI yang dilakukan secara bertahap hingga penandatanganan perjanjian kerjasama dilaksanakan. Lebih lanjut, setelah terjadi kesepakatan kedua belah pihak, Nur Pri menuturkan hasil kesepakatan tersebut akan ditindaklanjuti dengan memberikan sosialisasi kepada calon para pedagang yang akan menempati dua sentra kuliner tersebut yang penataan pedagang akan dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) setempat.

“Penataan pedagang sudah dilakukan oleh Dindagkop-UKM baik yang nantinya akan berjualan siang hari dan malam hari namun besar tarif sewa nya masih menunggu hasil koordinasi tersebut. Untuk yang di Jalan Cenderawasih existing sudah ada, kami tata secara terjadwal. Memang ada beberapa pedagang yang telah memanfaatkan kios di sentra kuliner tersebut tanpa persetujuan kami kemarin, namun saat ini semua kios tersebut telah dikosongkan dan setelah ini mau kami serahkan ke Dindagkop-UKM untuk pengelolaan pedagangnya, insya Allah setelah hasil koordinasi antara kami dengan PT KAI selesai, di akhir Bulan Maret atau Bulan April, dua sentra kuliner tersebut bisa siap diresmikan,” papar Nur Pri.

Terpisah, Humas PT KAI DAOP IV, Krisbiantoro saat dikonfirmasi terkait lahan tersebut menyatakan bahwa sudah ditemui kesepakatan yakni pihak Pemkot Pekalongan melalui DPUPR siap untuk berkontrak. “Ini masih diproses oleh PT KAI untuk dilakukan pengukuran,” jelasnya.

Sementara Kepala Dindagkop UKM, Bambang Nurdiyatman saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kawasan kuliner tersebut dibangun oleh DPUPR dan sampai saat ini belum diserahkan pengelolaannya ke Dindagkop UKM. “Sehingga kami juga belum menentukan kapan akan dioperasionalkan. Kami masih melakukan koordinasi untuk teknis selanjutnya,” jelas Dodik, sapaan akrabnya.

Pembangunan dua sentra kuliner tersebut mengalokasikan dana sekitar Rp 1,7 Miliar lebih. Dalam penataan kawasan kuliner ini juga akan menggandeng sejumlah pedagang kuliner baik tradisional maupun kekinian. Di sentra kuliner yang terletak di Jalan Rajawali Utara dibangun 20 shelter untuk pedagang yag dilengkapi dua gapuro akrilik, kamar mandi, dan tempat mencuci peralatan pedagang.

Sementara itu, di Jalan Cendrawasih terdapat sebanyak 18 kontainer untuk pedagang lengkap berserta fasilitas seperti kamar mandi, kursi meja lipat, ornamen lampu lampion pergola dan payung serta disediakan konsep live musik. Pada hari weekend malam harinya kawasan Jalan Cenderawasih akan ditutup total.(dur/nul)