Pemkot Pekalongan Siapkan Pompa Lingkungan untuk 11 Titik Penanganan Darurat Banjir

by
SURVEY – Tim dari DPU-PR saat melakukan survey lokasi usulan pompa di Kelurahan Tirto. Pemkot akan mengadakan 11 unit pompa skala lingkungan dalam penanganan darurat banjir. M. AINUL ATHO

KOTA – Pemkot Pekalongan menyiapkan pengadaan 11 pompa skala lingkungan dengan kapasitas 15 liter per detik yang akan ditempatkan di 11 titik sesuai dengan usulan masyarakat. Pengadaan pompa tersebut merupakan salah satu langkah penanganan darurat banjir yang dilakukan melalui dana tanggap darurat bencana.

Pengadaan pompa akan dilakukan oleh BPBD Kota Pekalongan, namun untuk peninjauan teknis dilakukan oleh DPU-PR melalui survey ke lokasi yang salah satunya dilakukan Selasa (3/3/2020). Survey dilakukan di RW 3 dan RW 4 Kelurahan Tirto dengan lokasi yang ada di tepi Sungai Bremi.

“Hari ini kami lakukan survey untuk usulan pengadaan pompa yang diajukan oleh warga. Pompa yang nanti akan dibeli adalah pompa skala lingkungan 4 inchi dengan kapasitas 15 liter per detik. Ini untuk membantu mengatasi genangan di lingkungan setempat yang memang luput dari penanganan oleh pompa besar,” ungkap Kabid SDA pada DPU-PR setempat, Khaerudin.

Selain dua titik di Tirto, usulan pompa lain yang sudah masuk diantaranya dari Kelurahan Pasirkraton Kramat sebanyak dua titik, dari BRD sebanyak satu titik, dan juga beberapa titik di Krapyak dan Klego. “Total kami rencanakan untuk pengadaan 11 unit pompa sesuai dengan usulan warga,” tambahnya.

Selain melakukan survey lokasi penempatan pompa, dalam kesempatan tersebut dikatakan Khaerudin pihaknya sekaligus meninjau pemasangan tanggul darurat di beberapa titik. Pembangunan tanggul darurat sempat terkendala sebelumnya karena pengadaan tanah galian yang berhenti sebab hujan lebat dalam beberapa hari.

“Hari ini kami sudah pesan kembali 10 truk tanah untuk diisi ke karung bantuan dari provinsi yang kemudian digunakna untuk membangun tanggul darurat. Untuk tanggul darurat nanti diarahkan di sepanjang Sungai Bremi dan Sungai Loji yang mengalami limpas. Kemarin tahap awal sudah laksanakan di Kelurahan Pasirkraton Kramat dan di Gama Permai 3,” kata Khaerudin.

Selanjutnya juga akan dilakukan pembangunan tanggul darurat di Pasirkraton Kramat dan Pabean Utara yang sempat mengalami jebol sepanjang 15 meter. “Yang membutuhkan banyak sekali di Pasirkraton Kramat dan Pabean Utara. Ini akan diperkuat dengan tanggul darurat sebelum pembangunan tanggul permanen,” katanya.

Sementara itu, Imronudin, salah satu warga yang mengusulkan pengadaan pompa di wilayah Tirto mengatakan bahwa wilayah RT 3 RW 3 tersebut menjadi salah satu lokasi terparah banjir lalu dengan ketinggian mencapai 1 meter. Setelah banjir, saat ini masih ada genangan air yang belum surut sehingga dibutuhkan pompa tambahan.

“Di sini kalau hujan cepat sekali melimpas sungainya dan setelah banjir surutnya lama sehingga dibutuhkan pompa tambahan. Sebelumnya sudah ada pompa dari PU juga tapi kami minta satu tambahan agar lebih cepat kering,” tandasnya.(nul)