Gerakan Indonesia Menabung, Edukasi Budaya Hemat Sejak Dini

by
LAUNCHING GERAKAN INDONESIA MENABUNG: Bupati Asip Kholbihi melaunching Gerakan Indonesia Menabung, Selasa (3/3/2020).

KAJEN – Budaya konsumtif di tengah-tengah masyarakat masih cukup tinggi. Oleh karena itu, Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal melaunching Gerakan Indonesia Menabung (GIM) di halaman Pendapa Rumdin Bupati, Selasa (3/3/2020) pagi.

Selain membudayakan menabung, GIM juga mengedukasi anak-anak sejak dini untuk hidup hemat dan mengenal lembaga keuangan seperti perbankan.

Launching GIM dilakukan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Launching ini dihadiri Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto, Sekda Mukarromah Syakoer, Kepala OPD, dan ratusan pelajar SMP sederajat di Kota Santri.

Bupati Asip Kholbihi menyampaikan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Percepatan Akses Keuangan Daerah di Kabupaten Pekalongan guna meningkatkan inklusi keuangan bagi para siswa/pelajar di 84 SMP dan 35 MTs. Dikatakan, Otoritas Jasa Keuangan bersama industri jasa keuangan khususnya bank umum dan BPR/S saat ini sedang melakukan kegiatan edukasi untuk menumbuhkan budaya menabung sejak usia dini. Menurutnya, budaya menabung ini direalisasikan melalui inisiasi program Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB) yang memiliki fitur bebas biaya administrasi dan setoran yang terjangkau.

Asip mengatakan, GIM ini menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak hanya kalangan perbankan, tapi juga pemerintah. Sosialisasi agar seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan berpartisipasi dalam gerakan itu juga harus dilakukan.

Harapannya, dengan launching Gerakan Indonesia Menabung bagi para pelajar di Kabupaten Pekalongan tersebut dapat meningkatkan budaya menabung pada kalangan pelajar di Kabupaten Pekalongan dan juga menumbuhkan edukasi mengenai pentingnya menabung sejak usia dini.

Sementara itu, Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto mengatakan, GIM merupakan salah satu langkah strategis hasil dari survei nasional literasi keuangan. Menurutnya, salah satu strategi nasional yang telah ditetapkan pemerintah adalah bagaimana bisa mendorong kemandirian generasi muda melaui suatu gerakan nasional yang namanya GIM.

“Gerakan ini dimaksudkan untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih hemat dan membudayakan menabung, khususnya bisa mengenalkan industri jasa keuangan atau perbankan sebagai sarana untuk kegiatan menabung karena salah saty masalah yang utama di masyarakat adalah tingkat konsumtif yang sangat tinggi. Anak-anak jika sudah dewasa nanti tidak takut untuk masuk ke bank,” kata dia.

Pihaknya akan mengedukasi generasi muda di tingkat SMP/SMA untuk hidup hemat. Di akhir tahun ini, diharapkan lebih dari 80 persen pelajar di wilayah Jateng sudah memiliki rekening di tabungan.

Sementara itu, Sekda Mukarromah Syakoer, mengatakan, anak-anak sejak dini seharusnya sudah diajari untuk menabung, berhemat, dan tata cara pengelolaan keuangan yang baik dan mandiri. “Jika bisa kegiatan ini tidak hanya hari ini, tapi bisa menyasar ke sekolah SMP sederajat di Kabupaten Pekalongan karena ini luar biasa,” katanya. (had)