Ekonomi Menggeliat, Air Bersih dan Sampah Butuh Perhatian

by

*Desa Rowolaku Butuh Sumur Bor dan Kontainer Sampah

Kades Rowolaku, Sugiono

KAJEN – Pengembangan Kampus IAIN Pekalongan di Kecamatan Kajen ternyata sudah mulai dirasakan berkahnya oleh masyarakat setempat, termasuk Desa Rowolaku. Namun seiring meningkatnya jumlah penghuni baru (mahasiswa -red), daya dukung sarana dan prasarana pun perlu diperhatikan, terutama menyangkut kebutuhan air bersih dan penanganan sampah.

Saat ini, Desa Rowolaku masih memiliki satu prasarana Pamsimas untuk membantu pemenuhan akses air bersih warganya. Namun demikian, menjelang musim kemarau, bantuan sumur bor sangat dibutuhkan warga setempat, mengingat potensi kekeringan yang selalu dialami banyak warga di musim kering.

Demikian diungkapkan Kepala Desa Rowolaku, Sugiono, saat ditemui Radar di kantornya, Senin (2/3/2020) kemarin. Ia menjelaskan, wilayah desanya terbagi dua dusun, yakni Dusun I yang berada di sebelah timur jalan raya dan Dusun II yang terletak di sebelah barat jalan. Sejauh ini, layanan Pamsimas hanya mampu menyuplai air bersih di Dusun I, sementara warga di Dusun II mengandalkan pasokan air dari PDAM. Tetapi sayangnya, saat musim kemarau pasokan air PDAM sering terganggu, sehingga warga akan kekurangan air bersih.

“Semenjak adanya IAIN di wilayah kami, semakin tumbuh potensi ekonomi, di antaranya rumah kos-kosan yang saat ini sekitar 60 an rumah, sehingga sarana air menjadi kebutuhan vital yang harus tercukupi,” ungkapnya.

Sugino mengharapkan dinas terkait memberikan bantuan pembangunan sumur bor untuk kebutuhan warganya. Hal itu untuk mengantisipasi ancaman kekeringan saat musim kemarau nanti. “Harapannya, saat musim kemarau nanti, sumur pompa ini bisa menjadi pencegah terjadinya krisis air bersih,” ucapnya.

KONTAINER SAMPAH
Selain air yang menjadi kebutuhan vital warganya, Sugino juga menyampaikan permasalahan baru di desanya, terutama terkait semakin meningkatnya penghuni baru (mahasiswa -red). Salah satu dampaknya adalah meningkatnya volume sampah rumah tangga. Karena itu, selain menggalakkan program bersih-bersih lingkungan, Pemerintah Desa Rowolaku juga berharap bisa dibantu sarana pendukung untuk menangani sampah.

“Kami mengharapkan dinas terkait untuk memberikan kontainer sampah di desa kami, sehingga kebersihan lingkungan akan semakin terjaga dengan baik. Paling tidak, sampah tidak sampai menggunung,” terangnya.

Kindisi lonjakan ekonomi bagi warganya adanya kampus baru itu, diakui Sugiono memang menjadi berkah tersendiri bagi warganya. Namun di sisi lain juga harus dibarengi dengan mempersiapkan segala daya dukungnya, terutama menyangkut akses air bersih dan kebersihan lingkungan. (jun)