Waspadai Tanah Gerak!

by

**Sejumlah Bangunan Retak, Jalan Provinsi Merekah

MEREKAH – Bangunan musala di Dukuh Yosorejo, Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, tampak merekah di bagian bawah bangunan.

KAJEN – Bencana tanah gerak mulai mengancam wilayah pegunungan di Kabupaten Pekalongan. Bencana ini telah terjadi di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, dan Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang.

Kades Linggoasri Imam Nuryanto, Senin (2/3/2020), menerangkan, akibat intensitas hujan yang tinggi, sejumlah rumah warga dan musala di Dukuh Yosorejo, Desa Linggoasri retak-retak. Beberapa rumah yang rusak di antaranya milik Wastum, Yono, Abdul Azis, dan sebuah musala di dukuh itu. “Lantai rumah retak-retak memanjang hingga ke dinding bangunan juga retak-retak,” kata dia.

Selain itu, jalan provinsi di Jalan Raya Linggoasri, tepatnya di depan arena outbond hingga ke bawah juga merekah sepanjang 200 meter. Di titik ini juga pada tahun sebelumnya sempat ambles cukup parah.

Seperti diberitakan, sejumlah rumah dan bangunan musala di Dukuh Karyamukti, Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, mengalami retak-retak akibat tanah di desa itu ambles, Rabu (16/1/2020).

Kapolsek Kandangserang AKP Suradi, menerangkan, pada Rabu (16/1/2020), sekitar pukul 16.00 WIB, jalan di Dukuh Karyamukti, Desa Garungwiyoro, longsor sepanjang 13 meter, dan jalan ambles sepanjang 15 meter dengan kedalaman 2 meter.

“Rumah Lutfi Asrori di RT 003 RW 002 retak dengan panjang 10 meter dan kedalaman 30 cm, serta musala retak sepanjang 9 meter,” terang dia.

Seperti diketahui, di penghujung tahun 2017, beberapa desa di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan diterjang bencana tanah gerak dan longsor. Bencana tanah gerak dan longsor ini di antaranya terjadi di Desa Gembong, Karanggondang, Trajumas, dan Desa Bodas. (had)