Sah, Polisi Tetapkan Sukirno Sebagai Tersangka Kasus Penipuan Khitan Masal

by
Sukirno ditetapkan sebagai tersangka kasus khitanan massal fiktif. DOK. ISTIMEWA

BATANG – Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan, Kepolisian Resor Batang akhirnya menetapkan satu orang tersangka atas nama Sukirno warga Tirto, Pekalongan dalam kasus penipuan dengan modus penyelenggaraan kegiatan Khitan Masal.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan, penyidikan, dan mengumpulkan sejumlah barang bukti yang ada, maka hari ini Selasa (25/02/2020) kita tetapkan saudara Sukirno sebagai tersangka dalam kasus penipuan Khitan Masal,” ujar Kapolres Batang, AKBP abdul Waras, melalui Kapolsek Batang, AKP Asfauri Selasa kemarin.

Asfauri mengatakan, tersangka akan dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. “Sementara, hanya satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka, dan itu sudah memenuhi unsur dari pada tindak pidana penipuan. Sedang untuk kelompoknya, masih kita jadikan sebagai saksi” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam melancarkan aksinya, tersangka menggunakan modus operandi dengan mencari penggalangan dana untuk kegiatan Khitan Masal. Di mana tersangka datang ke sekolah sekolah (SD) di wilayah Kabupaten Batang dengan alasan akan mengadakan kegiatan Khitan Masal.

“Tersangka meminta uang dari anak anak di sekolah sebesar Rp 100 ribu per orang untuk dapat mengikuti kegiatan Khitan Masal,” katanya.

Tidak sampai disitu, tersangka juga mengedarkan undangan kehormatan kepada instansi dan perusahaan swasta di wilayah setempat untuk dijadikan sebagai donatur dalam penyelenggaraan kegiatan Khitan Massal.

“Tersangka juga membuat undangan kehormatan. Tersangka mencetak undangan kehormatan sebanyak 500 lembar di salah satu toko percetakan di Kota Pekalongan. Lalu, undangan kehormatan itu ia bagi kepada instansi dan perusahaan di wilayah Batang,” bebernya.

Adapun, kata dia, dari jumlah 500 lembar undangan kehormatan itu, tersangka telah menyebar kurang lebih 180 lembar undangan kepada para donatur. Dengan jumlah undangan yang telah tersebar tersebut, tersangka mampu mengumpulkan uang sekitar Rp 9 juta.

“Jadi para donatur atau korban ini ada yang memberikan uang lebih dari Rp 100 ribu. Di mana setiap Rp 100 ribu itu, masuk ke kantong tersangka Rp 50 ribu dan sisanya dibagikan kepada kelompknya untuk ganti operasional,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, untuk barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihaknya berupa tiga lembar undangan kehormatan yang di dapat di lokasi kejadian dan spanduk kegiatan Khitan Masal.

“Jadi saat kita buka isi dari undangan kehormatan ini, terdapat keterangan bahwa LSM Barat RI akan mengadakan pengajian dan bakti sosial Khitan Masal dengan menghadirkan pembicara Muhammad Asegaf. Namun ternyata kegiatan itu tidak terlaksana,” paparnya.

Sementara itu, terkait legalitas dari LSM Barata RI ini, Asfauri mengatakan bahwa memang benar keberadaanya ada. Ia mengatakan, LSM Barata RI beralamatkan kantor pusat di Kota Pekalongan. Namun pihaknya belum mengecek, apakah LSM ini terdaftar di Kantor Kesbangpol atau tidak.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, ia mengatakan bahwa nama LSM Barata RI ini hanya dipakai atau dipinjam oleh tersangka saja untuk melancarkan modus operandinya. Jadi dipinjamkan dengan diberikannya sejumlah kompensasi, sehingga tersangka bisa menggunakan nama LSM Barata RI ini,” tukasnya. (fel)