Anak Batang Jangan Takut jadi Pelopor dan Pelapor

by
KONGRES – Forum Anak Batang bersama DP3AP2KB Batang saat menggelar Kongres Anak Batang, Minggu (23/2/2020).

BATANG – Forum Anak Kabupaten Batang (Fanta) mengajak anak-anak Batang untuk tidak takut menjalankan peran sebagai pelopor dan pelapor (P2P), utamanya untuk menyuarakan hak-hak anak. Pesan itu disampaikan Ketua Forum Anak Batang Periode 2018-2020, Neskariah Wihayani, usai kegiatan Kongres Anak Kabupaten Batang, Minggu (23/3/2020).

“Kongres Anak Batang III ini kami harap sebagai awal dari terbentuknya forum anak tingkat kecamatan dan tingkat desa di wilayah Kabupaten Batang, dalam rangka memberikan kesempatan partisipasi anak. Anak-anak Batang bisa mengoptimalkan peranan mereka sebagai pelopor dan pelapor (P2P) untuk menyuarakan hak-hak mereka,” tutur Neska.

Kongres digelar selama dua hari sedari Sabtu (22/2/2020) di Agro Wisata Selopajang Blado. Dalam kegiatan ini juga turut digelar reorganisasi pengurus Fanta Batang untuk periode 2020-2022. Turut diberikan pula materi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang, fasilitator anak, dan alumni Fanta.

Peserta juga mengikuti outbond dan permainan yang dipandu oleh relawan Rumah Juara. Kegiatan berakhir dengan terpilihnya Khairil Anwar dari Kecamatan Batang sebagai Ketua Fanta periode 2020-2022.

Plt Kepala DP3AP2KB Batang, Tulyono mengatakan, kongres tersebut menjadi wadah partisipasi anak dalam proses pembangunan daerah, sekaligus implementasi hak anak sebagaimana diamanatkan dalam Konvensi Hak Anak (KHA). Ia juga berharap forum anak bisa menjadi mitra pemerintah untuk menyuarakan aspirasi anak.

“Ini juga sebagai wadah pemenuhan hak partisipasi anak yang dibentuk secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional hingga tingkat desa. Pemkab Batang juga terus berupaya memenuhi hak-hak anak, salah satunya menerbitkan Perda 11 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak,” terangnya.

Sementara itu, hadir sebagai pemateri Erry Pratama Putra, seorang pemerhati dan fasililator anak yang sudah memiliki banyak pengalaman. Dalam paparannya, Erry menyebut kegiatan ini diperlukan untuk memberikan bekal pemahaman dan pengetahuan yang lebih mendalam kepada anak-anak. Agar perannya sebagai agen perubahan dalam pembangunan bisa terpenuhi. (nov)