Ganjar Instruksikan Pemkot Benahi Drainase

by
BERBINCANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan warga terdampak banjir dalam kunjungannya ke posko pengungsian di Kota Pekalongan, Jumat (23/2/2020) petang.

KOTA – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginstruksikan kepada Pemerintah Kota Pekalongan untuk membenahi dan menata ulang sistem drainase yang ada di tengah Kota Pekalongan.

Hal itu menurutnya sebagai salah satu upaya penanganan banjir di Kota Pekalongan, selain dengan pembuatan tanggul raksasa yang saat ini tengah dikerjakan.

Hal ini disampaikan Ganjar Pranowo usai mengunjungi korban terdampak banjir di Posko Pengungsian Aula Kecamatan Pekalongan Barat dan Masjid Al Karomah, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jumat (21/2/2020) petang.

Menurut Ganjar, penanganan banjir di Kota Pekalongan memang harus dilakukan berbeda, sehingga pihaknya menginstruksikan Pemerintah Kota Pekalongan untuk melakukan penataan drainase tengah kota selain upaya tanggul raksasa yang dibuat. Sebagai salah satu kota besar, lanjut Ganjar, permasalahan lingkungan menjadi penyebab utama banjir.

“Kami coba bantu Pemkot tidak hanya tanggul di laut, namun juga menata perkotaannya. Semua harus bekerja sama baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah setempat. Maka tadi Saya perintahkan Wali Kota Pekalongan untuk mengeruk saluran-saluran di tengah kota. Keluarkan semua alat berat dan optimalkan sumber dayanya untuk mengatasi ini. Karena, sampai Maret nanti, cuaca masih tidak menentu,’ tegas Ganjar.



Dijelaskan Ganjar, sistem drainase harus ditata ulang, yang kecil-kecil harus dibesarkan agar aliran air lancar. Sembari menunggu tanggul laut selesai, program itu harus ditingkatkan. Ganjar berpesan masyarakat juga wajib mendukung upaya pengendalian lingkungan ini. Budaya hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuang limbah batik di sungai harus terus ditingkatkan.

“Sebagai kota yang terkenal dengan batiknya dan sering dikunjungi wisatawan, masyarakat Pekalongan harus hidup bersih. Bersih itu nomor satu. Kalau itu bisa dikerjakan, maka teknis pekerjaan lainnya bisa membantu,” ujar Ganjar.

Pada kesempatan tersebut, Ganjar juga mengungkapkan usai dirinya seharian berkeliling melakukan pantauan banjir dari Kudus, Pemalang, Pekalongan dan Batang mengaku bahwa banjir Kota Pekalongan merupakan daerah terparah yang terdampak banjir di Jawa Tengah.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz mengungkapkan pada banjir kali ini menggenangi setidaknya 17 kelurahan di Kota Pekalongan. Namun, banjir tersebut semakin hari berangsur surut.

Menurut Saelany, hingga Jumat (21/2/2020) petang, tinggal enam kelurahan yang masih ada genangan, sebagian sudah kering. “Yang tergenang diantaranya Kelurahan Tirto, Pasirkratonkramat, Kandang Panjang , Panjang Baru, Poncol, dan Klego. Pak Gubernur tadi mengapresiasi tindakan Pemkot yang telah sigap dan tanggap dalam pengendalian banjir ini,” kata Saelany.

Saat ini menurut Saelany, Pemerintah Kota Pekalongan dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah koordinasi dan mengupayakan penanganan banjir secepatnya agar aktivitas warga dapat kembali berjalan seperti semula.

“Beliau juga mengusulkan segera akan didatangkan alat pengerukan di beberapa wilayah yang terdampak. Ini masih perlu dibahas dengan Dinas PU Provinsi,” ungkapnya.

Saelany berharap, ke depannya Pekalongan ini harus menjadi kota yang bersih, masyarakatnya juga bisa diajak kerja sama menjaga lingkungan.

“Karena salah satu penyebab banjir itu berasal dari perilaku masyarakat yang belum sadar membuang sampah pada tempatnya. Masukan dari Gubernur bisa menjadi introspeksi kami untuk membangun drainase yang lebih baik,” imbuhnya. (way)