Langganan Banjir, Berbagai Upaya Terus Dilakukan

by
LAYANAN – Suasana pelayanan yang tengah berlangsung di Kelurahan Buaran Kradenan, Kemaren.

BUARAN – Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kota Pekalongan, kemarin, masih menyisakan banyak pekerjaan rumah untuk pemerintah, dari jenjang Pemkot sampai Kelurahan. Termasuk di Kelurahan Kradenan Buaran yang rutin terdampak banjir, berbagai upaya pun telah dan terus dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi banjir.

Sekretaris Lurah Buaran Kradenan,Sugeng Prasnoto ketika ditemui di kantornya, Jum’at (21/02), mengungkapkan, di Buaran Kradenan sendiri ada sekitar 8 RT yang terkena imbas banjir setinggi 45 Cm atau kira-kira setinggi lutut orang dewasa.

“Air masuk rumah. Di sini berarti yang kemasukan air itu 8 RT, Dibuaran 4 dan di Kradenan 4,” ungkapnya.

Menurut Sugeng, wilayahnya menjadi langganan banjir tahunan, terutama jika curah hujan tinggi dan waktu yang lama. Bahkan, tahun kemarin banjir masuk ke kantor kelurahan dan merusak merusak beberapa fasilitas seperti komputer. “Untuk banjir kemarin, alhamdulillah air tidak sampai masuk kantor, tapi hampir,” imbuhnya.

Lanjut dia, segala upaya dan strategi telah dilakukan pihaknya guna mengantisipasi dan menanggulangi banjir, seperti perbaikan drainase,
mengusulkan relokasi bangunan liar di kali , hingga mengusulkan anggaran kepada dinas dan pemeritah kota.

“Drainase-drainase itu sebenarnya kan ada anggarannya untuk pembersihan, tetapi gimana ya, parah sekali untuk aliran sungainya itu. Jadi meskipun drainase sudah diperbaiki seperti di Jl Gatot Subroto sudah diganti besar, tetapi tetap masih begitu,” paparnya.

Upaya menjaga kebersihan lingkungan juga terus dilakukan kelurahan bersama warga. Hanya saja, hal itu belum cukup banyak berdampak.

“Kebersihan di kelurahan sebenarnya sudah cukup. Rutin setiap jum’at bahkan kerja bakti. Tapi tetap saja banjir. Keluhan warga klo banjir ya ada, tapi ya itu anggarannya belum memenuhi. Tapi pihak kelurahan sudah mengajukan,” urainya.

Bahkan, masyarakat juga sudah melakukan sejumlah upaya swadaya untuk mencegah dan menanggulangi banjir. “Selain drainase, ya itu kerja baktinya itu sudah dimaksimalkan. Dan akhirnya masyarakat juga mangantisipasi sendiri, misalnya bikin tanggul sendiri dan lain sebagainya,” terang Sugeng.

Ke depan, tidak menutup kemungkinan alternatif pelebaran jalan juga dicanangkan. Namun ini program pemerintah yang baru direncanakan selama untuk beberapa tahun kedepan.

Di tempat yang sama, Haru, selaku Staf Kamtibmas Kelurahan Buaran Kradenan menuturkan jika faktor lain yang menyebakan banjir adalah lokasi persawahan yang menjadi resapan air memang sudah kurang produktif lagi, karena banyaknya bangunan pabrik industri. Namun, warga berinisiatif membuat beberapa tanggul di area tersebut.

“Harapannya, selain masyarakat rutin menjaga kebersihan, pemerintah juga harus melakukan terobosan untuk menanggulangi banjir, seperti memperbaiki memperbaiki drainase dan lainnya,” ujarnya. (ap3)