Metro Pekalongan

Tingkatkan Mutu Akademik, IAIN Gelar Workshop Penyusunan SOP

Workshop SOP

WORKSHOP – IAIN Pekalongan menggelar workshop SOP para Kasubbag dan Tim Gugus Kendali Mutu (GKM) IAIN Pekalongan di Hotel Dafam Pekalongan, kemarin.

KOTA PEKALONGAN – IAIN Pekalongan terus berusaha meningkatkan mutu bidang akademik di bawah koordinasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Oleh karena itu LPM melaksanakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah Workshop Penyusunan SOP (Standard Operating Procedures) di Hotel Dafam Pekalongan, Sabtu (23/12).

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari para Kasubbag dan Tim Gugus Kendali Mutu (GKM) IAIN Pekalongan.

Ketua LPM, yang sekaligus sebagai Ketua Panitia Kegiatan, Amat Zuhri MAg, mengatakan, SOP merupakan pedoman pelaksanaan kegiatan bagi para pegawai dalam melaksanakan tugas pelayanan di unit kerja masing-masing.

SOP juga berguna bagi para penerima layanan (mahasiswa) agar dapat mengetahui dan memahami prodesur layanan akademik di lingkungan IAIN Pekalongan. Sedangkan manfaat bagi pegawai, SOP bermanfaat untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan prosedur dalam memberikan pelayanan, serta memberikan informasi yang diperlukan dalam menyusun standar pelayanan.

“Sehingga harapannya dapat menjamin efisiensi, dan efektifitas kinerja organisasi dalam mencapai tujuannya,” jelas dia, kemarin.

Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr H Muhlisin, MAg. Dalam sambutannya, dia menjelaskan bahwa IAIN Pekalongan sebagai pelaksana kegiatan pendidikan mempunyai visi menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang terkemuka dan kompetitif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berwawasan ke-Indonesiaan di tingkat nasional pada Tahun 2036.

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi di atas, IAIN Pekalongan senantiasa dituntut untuk memperbaiki proses penyelenggaraan pelayanan baik di fakultas, prodi dan unit lainnya.

“Dalam hal ini, upaya perbaikan kinerja pegawai maupun dosen harus dilakukan melalui penerapan reformasi birokrasi secara dinamis dan berkelanjutan,” jelas dia.

“Oleh karena itu, untuk mewujudkan komitmen penyelenggaraan pendidikan yang unggul, memuaskan, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan diperlukan adanya Standar Prosedur Operasional (SOP) dalam pelaksanaan tugas dan fungsi IAIN Pekalongan sebagai lembaga pendidik yang terpercaya,” imbuh Muhlisin.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Dr Agus Zaenul Fitri MPd dari IAIN Tulung Agung. Dia menyampaikan bahwa SOP adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan, sehingga ada beberapa prinsip penyusunan SOP yaitu; Pertama, SOP harus ditulis secara jelas, sederhana dan tidak berbelit-belit sehingga mudah dimengerti dan diterapkan untuk satu kegiatan tertentu.

Kedua, SOP harus dapat menjadi pedoman yang terukur baik mengenai norma waktu, hasil kerja yang tepat dan akurat, maupun rincian biaya pelayanan dan tatacara pembayaran bila diperlukan adanya biaya pelayanan.

Ketiga, SOP harus dapat memberikan kejelasan kapan dan siapa yang harus melaksanakan kegiatan, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan sampai dimana tanggung jawab masing-masing pejabat/pegawai.

“Keempat, SOP harus mudah dirumuskan dan selalu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kebijakan yang berlaku. Dan, Kelima, SOP harus dapat menggambarkan alur kegiatan yang mudah ditelusuri jika terjadi hambatan,” jelas Agus.

Di sesi kedua dari rangkaian acara workshop SOP ini diisi dengan praktek pembuatan SOP berbasis Aplikasi (Ms. Acces), mengacu pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 168 Tahun 2010, tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur di Lingkungan Kementerian Agama, yang dipandu oleh tim LPM IAIN Pekalongan. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments