Asyik, Akseptor KB Diberi Uang Transport dan Bingkisan

by
BAHAGIA – Bersama dengan pasien dan petugas Puskesmas Jenggot, Wali Kota HM Saelany Machfudz SE berfoto bersama. Tampak rasa bahagia dan gembira menghiasi wajah mereka, Selasa (18/2).

KOTA – Dua warga Kelurahan Jenggot yaikni Milhatin Khasanah (28) dan Dewi Syariah (27) mengaku sangat terbantu dengan program KB yang dilaksanakan Pemkot Pekalongan. Sebab, selain menerima layanan program KB secara gratis dengan metode kontrasepsi jangka panjang, keduanya juga mendapat uang transport dan bingkisan dari Pemkot Pekalongan. Atas fasilitas-fasilitas itu, keduanya mengaku sangat terbantu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota atas layanan program KB ini, bantuan uang dan bingkisan. Pastinya bantuan ini sangat membantu ekonomi keluarga kami,” ucap Milhatin Khasanah Hal usai kegiatan pelayanan KB serempak hasil kerjasama Dinsos P2KB dan Pengurus Muslimat Kota Pekalongan di Puskesmas Jenggot, Selasa (18/2).

Keduanya mengaku mengikuti program KB karena kesadaran diri. Pertimbanganya agar bisa merencanakan kelahiran anak selanjutnya. Sehingga bisa merencanakan untuk pendidikan maupun lainnya. “Apalagi anak saya masih kecil. Sehingga harus direncanakan, biar menjadi baik,” tambah Dewi Syariah (27) yang mengaku beberapa bulan melahirkan.

Dalam sambutannya Wali Kota HM Saelany Machfudz SE menyampaikan, layanan program KB merupakan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang bertujuan untuk meningkatkan KB methode kontrasepsi jangka panjang, sehingga bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi. “Serta meningkatkan peran serta mitra kerja dalam pencapaian program KKBPK. Outputnya, kami harapkan masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraannya,” bebernya.

Wali Kota mengapresiasi kinerja Dinsos P2KB, Muslimat dan petugas puskesmas yang telah bekerja memberikan layanan KB kepada masyarakat dengan ramah dan baik. Itu dibuktikan dengan banyaknya pasangan subur yang ingin mendapatkan layanan KB.

Plt Kepala Dinsos P2KB, Ir Budiyanto MPI MHum menambahkan, bila kegiatan KKBPK dilaksanakan serempak pada Selasa (18/2) di tiga kecamatan. Kalau Kecamatan Pekalongan Selatan dilaksanakan di Puskesmas Jenggot, Kecamatan Pekalongan Timur di Puskesmas Noyontaan, dan di Kecamatan Pekalongan Utara di Puskesmas Kusuma Bangsa. “Kalau di Kecamatan Pekalongan Barat sudah dilaksanakan di Puskesmas Medono pada Kamis, 13 Februari 2020 lalu,” urainya.

Dalam teknis pelaksanaan kegiatan, Budiyanto mengaku bekerjasama dengan Pengurus Muslimat dan empat puskesmas. Caranya dengan menggerakkan dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya pasangan usia subur (PUS) dengan kunjungan rumah, penyuluhan pasangan suami isteri di delapan kelurahan.
“Kami bersama mitra kerja dan para kader kelurahan menyiapkan calon akseptor di tempat pelayanan yang telah ditentukan,’ bebernya.

Sasaran pelayanan MKJP, sambung Budiyanto, sebanyak 100 akseptor. Dengan rincian 60 akseptor IUD, dan 40 akseptor Implan. “Jadi masing-masing kecamatan, kirim 25 orang. Mereka yang menjadi akseptor mendapat layanan KB gratis, bantuan uang transport dan bingkisan,” pungkas Budiyanto. Dalam kunjungannya di Puskesmas Jenggot, Wali Kota berdialog dengan pasien puskesmas setempat untuk menanyakan sakit yang dikeluhkan. Serta diajak berfoto bersama. (dur)