Susah jadi PNS, Jangan Disia-siakan

by
TERIMA SK PNS: Bupati Asip Kholbihi secara simbolis menyerahkan SK PNS kepada perwakilan CPNS formasi tahun 2018 yang kemarin diangkat dan diambil sumpah menjadi PNS di Aula Lantai I Setda. Hadi Waluyo.

Formasi 2018, Peluang Diterima 24,9 Persen

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menekankan kepada ratusan CPNS yang diangkat dan diambil sumpahnya menjadi PNS di lingkungan Pemkab Pekalongan agar jangan mensia-siakan kesempatan menjadi abdi negara tersebut. Pasalnya, untuk menjadi PNS saat ini sangat sulit karena tingkat persaingannya ketat.

Penekanan itu disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat melantik dan mengambil sumpah 376 CPNS formasi tahun 2018 menjadi PNS di Aula Lantai I Setda, Selasa (18/2/2020) siang.

Bupati Asip berpesan kepada mereka agar bisa menjalankan amanah dengan baik. “Kemarin kita baru mendampingi rekruitmen CPNS tahun 2019, susah sekali. Saya berharap jenengan yang menjadi PNS disyukuri dan dijalani dengan baik,” ujar Bupati.

Disebutkan, 376 PNS yang baru dilantik itu pada rekruitmen CPNS formasi tahun 2018 harus bersaing dengan 10.182 peserta.

“Jenengan yang terpilih. Tingkat peluangnya 24,9 persen. Jadi susah sekali. Tolong ini jangan disia-siakan,” pesan Bupati.

Bupati berharap, pelantikan itu bukan hanya formalitas saja. Apalagi, per 1 Maret mereka sudah mendapatkan gaji pokok penuh dengan besaran rata-rata Rp 2,5 juta perbulan. Menurut Bupati, standar gaji pokok PNS saat ini sudah kian membaik.

“Gaji Asisten 3 dulu Rp 28 ribu. 32 tahun yang lalu, gajinya Rp 28 ribu, sekarang Rp 2,5 juta,” kata dia.

Disampaikan, sejak dirinya dilantik menjadi Bupati, TPP PNS juga dinaikkan hingga 150 persen. TPP ini diberikan biasanya pada akhir bulan.

“Golongan 2 dan 3 besarannya Rp 600 ribu hingga Rp 900 ribu, dulu hanya Rp 150 ribu. Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah yang sesuai dengan undang-undang. Ke depan kita akan menyusunnya berbasis reward and punishment. Yang kerjanya tenanan bisa dapat banyak, yang kerjanya setengah-tengah bisa tidak dapat,” ujar dia.

Disampaikan, karir di PNS tidak mudah, tidak seperti karir seorang politisi. “Jenengan harus dari bawah, merangkak dulu dari bawah. Untuk menjadi eselon 2 butuh waktu rata-rata 20 tahun. Kinerjanya harus baik, akhlak harus baik, semuanya harus baik. Itu menentukan karir jenengan,” tandasnya.

Ia juga menyatakan, bekerja di pemkab harus super hati-hati. Oleh karena itu, PNS yang baru dilantik diminta memperhatikan Panca Prasetya Korpri.

“Tidak usah mengeluh dimana pun lokasi bekerjanya sama. Saya sudah tahu semua desa di Kabupaten Pekalongan, Insya Allah tidak ada yang sulit. Semua sudah berlistrik dan jalannya sudah bagus. Tinggal sedikit lagi yang belum. Sekali lagi saya berpesan, semuanya boleh kecuali yang dilarang aturan,” ujar Bupati. (had)