Ratusan Warga Sapuro Kebulen Berduyun-duyun Ambil Bantuan Sembako

by
BANTUAN – Ratusan warga Kelurahan Sapuro Kebulen menerima bantuan program sembako untuk alokasi bulan Januari 2020, Selasa (18/2/2020). WAHYU HIDAYAT

KOTA – Ratusan warga Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan berduyun-duyun mendatangi lapangan badminton di Jalan Madura, RT 08, Kelurahan Sapuro Kebulen, Selasa (18/2/2020) pagi.

Kedatangan mereka itu untuk mengambil Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa paket sembako untuk alokasi penyaluran bulan Januari 2020 yang memang dilaksanakan di tempat tersebut.

Bantuan yang diterima ini senilai Rp150 ribu, yang diwujudkan dalam bentuk 10 kilogram beras, 1 kilogram telur ayam, dan 0,5 kilogram telur ayam untuk masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berdasar data yang ada, total di Kelurahan Sapuro Kebulen ada 388 KPM program sembako ini.

Atun (62), salah satu warga penerima, mengaku dirinya sudah menunggu-nunggu adanya bantuan tersebut. “Begitu mendengar hari ini bisa diambil, saya langsung ke sini. Alhamdulillah, tidak perlu beli beras dan telur lagi,” katanya. “Kabarnya nanti sekitar semingguan lagi juga bakal dapat lagi untuk jatah bantuan yang bulan ini,” imbuhnya.

Proses penyaluran bantuan di Sapuro Kebulen ini sendiri dimulai pukul 08.00 WIB. Di lokasi, tampak pula ikut memantau dan mengamankan kegiatan, anggota Babinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinsos P2KB Kota Pekalongan Budiyanto saat penyaluran bantuan sembako di Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan, Minggu (16/2/2020) mengungkapkan bahwa jumlah total penerima bantuan program sembako Tahun 2020 di Kota Pekalongan sebanyak 9.010 KPM yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Pekalongan. Mereka semua telah terdaftar di database SP2D dari Kementerian Sosial.

Disampaikan Budi, dalam program sembako tahun 2020 ini, setiap bulannya KPM akan mendapatkan bantuan pangan sebesar Rp150 ribu. Jumlah tersebut naik dari tahun 2019 lalu pada program BPNT yang hanya sebesar Rp110 ribu.

“Bantuan tersebut digunakan untuk membantu peningkatan gizi keluarga miskin sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menerima bantuan tersebut,” terangnya. (way)