Pemkot Akan Bebaskan Lahan di Dua Titik

by

*Penambahan Kapasitas Pompa di PKK dan Panjang Baru

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Khaerudin

KOTA – Pemkot Pekalongan tahun ini berencana akan membebaskan dua bidang tanah di Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat dan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara untuk pembangunan kolam retensi dan penambahan stasiun pompa pengendali banjir.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Khaerudin, menjelaskan pengadaan tanah akan dilakukan pada tahun anggaran 2020. Sedangkan fisik kolam retensi dan rumah pompa diharapkan bisa mulai dibangun tahun depan.

Khaerudin menuturkan, pengadaan tanah yang pertama akan dilakukan di Pasirkraton Kramat (PKK), berdekatan dengan stasiun pompa pengendali banjir yang sudah ada di situ.



Menurutnya, pompa eksisting yang ada di lokasi tersebut saat ini belum bisa maksimal menyedot genangan. “Untuk menyedot di situ kadang airnya kecil. Sehingga nanti kalau ada tanah, diharapkan bisa dibangun kolam retensi. Air dikumpulkan dulu di situ, sehingga penyedotannya bisa maksimal,” ungkapnya, kemarin.

Dijelaskan Khaerudin, di Pasirkratonkramat memang sudah ada pompa berkapasitas 800 liter perdetik bantuan dari provinsi. Pompa tersebut lebih fokus untuk menyedot genangan di sebelah utara, yakni wilayah eks Kelurahan Pabean dan Pasirsari.

Sedangkan untuk menyedot genangan banjir di eks Kelurahan Kramatsari juga sudah ada pompa yang berkapasitas 800 liter per detik. Pompa ini menangani genangan di sekitar Jalan AMD dan Angkatan 66. Hanya saja, meski pompanya dioperasikan, genangan lama surutnya.

Maka, ada rencana untuk menambah kapasitas dan unit dari pompa yang sudah ada. Sekaligus membangun kolam retensi di lokasi tersebut. “Kita usulkan untuk penambahan kapasitas pompa, juga ditambah untuk kolam retensi. Lokasinya bersebalahan. Eksisting saat ini masih berupa tanah dan rumah warga, ada satu bidang, luas sekitar 400 meter persegi. Pengadaan tanahnya tahun ini, namun untuk fisiknya baru tahun depan,” terangnya.

Kemudian, pengadaan tanah berikutnya berlokasi di Panjang Baru, Pekalongan Utara. Di situ juga akan dibangun rumah pompa, untuk menyedot genangan banjir di Panjang Baru timur.

Dijelaskan Khaerudin, sementara ini genangan di wilayah tersebut ditangani oleh pompa Sipucung di Panjang Wetan. “Cuma, beban Sipucung berat sekali karena menangani wilayah yang luas. Terutama menangani kawasan Jalan WR Supratman, Jalan Kusuma Bangsa, dan Panjang Baru timur,” terangnya.

Dia menambahkan bahwa sebenarnya juga sudah pompa di Panjang Baru barat, tapi tidak bisa menyedot untuk genangan di Panjang Baru timur.

“Jadi nanti akan ada penambahan pompa dan kolam retensi. Tujuannya untuk mengurangi beban pompa Sipucung. Kita rencanakan pengadaan tanahnya bisa tahun ini. Di situ ada tanah sekitar 900 meter persegi milik warga,” imbuhnya. (way)