Kolaborasi Semesta, Siapkan Generasi Milenial Menuju Generasi Emas

by

**Melihat Kolaborasi Tiga Program Naisonal di SDN Ponowareng 01 Tulis

PANEN – Kepala Disdikbud Batang didampingi Kepala SDN Ponowareng 01 Tulis, dan Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia saat panen ikan di Kolam Ikan SDN Ponowareng 01, Jumat (14/2/2020).

BATANG – Hampir seabad SDN Ponowareng 01 Tulis eksis mendedikasikan diri untuk mencerdaskan generasi muda. Lewat dedikasi tersebut, kini SDN Ponowareng 01 didapuk untuk menjalankan tiga program nasional sekaligus. Sebagai sekolah Adiwiyata, Sekolah Berbasis Karakter dan Sekolah Standar Pendidikan Nasional.

Hal ini pun diwujudkan dalam program Kolaborasi Semesta, dimana program ini diharapkan dapat mengukir generasi milenial menjadi generasi emas. Dalam kesehariannya Program ini dituangkan dalam kegiatan Reresik, Olah Raga, dan Nandur Asyik (RONA). Siswa diharapkan bisa hidup sehat, berwawasan lingkungan, dapat berwirausaha, dan memiliki Budi pekerti dan Unggah-ungguh berbasis kebudayaan lokal.

Hal ini seperti disampaikan Kepala SDN Ponowareng 01 Tulis, Dr (cand) M Arief Rohman SPd MSi saat kegiatan RONA, Jumat (14/2/2020). Dalam kesempatan ini para siswa diajak berolahraga, menanam, mempresentasikan produk unggulan, dan juga panen ikan yang ada di kolam sekolah.

Kegiatan ini turut melibatkan Kepala Disdikbud Batang, Muspika Kecamatan Tulis, Pemdes Ponowareng, Komite dan Wali Murid, serta PT Bhimasena Power Indonesia dan Provisi Education.

“Saat ini SDN Ponowareng 01 dipercaya untuk menjalankan tiga program nasional sekaligus. Yakni Sekolah Adiwiyata yang sudah sampai level Provinsi Jawa Tengah. Kemudian kami juga menjadi sekolah model Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan juga program Pos Standar Nasional Pendidikan (SNP) di bawah Bimbingan LPMP Jateng,” jelasnya.



Untuk program Adiwiyata ini, pihaknya dibawah binaan PT Bhimasena Power Indonesia dan Provisi Education sedang bersiap menuju level nasional. Dan diharapkan ke depan tak hanya bisa menjadi sekolah berbasis lingkungan, tetapi juga bisa mengimbas dan memberi dampak positif pada sekolah lain dan lingkungan sekitar.

Sementara untuk dua program lainnya, SDN Ponowareng 01 menjadi pilot project di Kabupaten Batang untuk sekolah model PPK dan Pos SNP di bawah binaan LPMP Jateng. Dimana dalam sekolah model PPK ini anak-anak dibiasakan dengan penguatan karakter, baik berbasis agama, maupun berbasis kebudayaan lokal.

“Selain pembiasaan karakter berbasis agama kami juga lakukan Pendidikan Karakter berbasis kebudayaan lokal. Siswa kami wajibkan berbahasa Jawa Krama setiap hari selain berbahasa Indonesia. Selain itu kami juga fokus untuk membentuk sikap anak sesuai dengan tata Krama dan Unggah-ungguh masyarakat Jawa,” jelasnya.

Sedangkan Program Pos SNP untuk jenjang SD sendiri merupakan program percontohan. Dimana sekolah harus menjadi role model penerapan delapan standar nasional pendidikan. Seperti standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan dan standar penilaian pendidikan.

“Program Kolaborasi Semesta ini diharapkan bisa berkembang di SD. Sehingga seluruh warga sekolah bisa merasakan manfaat ini, utamanya untuk anak didik. Agar mereka semakin pintar kognitifnya, juga semakin bagus karakternya, sehingga tidak terjadi degradasi moral. Kami harap bisa menjadikan generasi milenial sekarang menjadi generasi emas ke depan,” pungkansya.

Direktur Operasional PT BPI Shiroki Yamasita, didampingi manajer CSR, Bhayu Pamungkas menjelaskan, pihaknya mengapresiasi SDN Ponowareng 01 yang sudah berhasil maju menjadi sekolah Adiwiyata. Pihaknya bersama Provisi Education mengaku masih akan mendampingi langkah SDN Ponowareng 01 menuju Adiwiyata Nasional, maupun Adiwiyata Mandiri.

“Di tahun ke empat ini kami akan membina 20 sekolah. Salah satunya di SDN Ponowareng 01 yang sudah mencapai level provinsi. Kami apreasiasi pak Arif yang bisa mobilisasi warga sekolah untuk bergerak bersama-sama, dan ini salah satu esensi utama dari program Adiwiyata. Dengan harapan semuanya bersinergi bersama membudayakan karakter berbasis lingkungan,” harapnya.

Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufik SP MSi, berharap ke depannya program ini dapat terus menurus dilakukan. Tak hanya oleh siswa saja, tetapi guru dan juga wali murid. Pihaknya juga mengapresiasi komunikasi yang baik antara sekolah dan wali murid yang sudah dijalankan selama ini oleh SDN Ponowareng 01. Ia juga mengacungi jempol program berbahasa Jawa Krama yang dilakukan pihak sekolah.

“Kalau biasanya di sekolah lain Bahasa Krama hanya dilakukan tiap hari Kamis. Sehingga kami apresiasi semangat SDN Ponowareng 01 yang sudah menerapkan pembiasaan Berbahasa Jawa Krama setiap hari. Ke depan kami berharap program Kolaborasi Semesta ini bisa terus berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan semua warga sekolah, dan juga wali murid, serta masyarakat,” harapnya. (Nov)