Kreatif Siasati Terbatasnya Anggaran

by
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso

BAGI pejabat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kata efisiensi dan rasionalisasi tentulah akrab dengan telinga mereka. Semuanya tidak lain dan tidak bukan berpangkal pada keterbatasan kemampuan anggaran daerah, sehingga kalau ada beberapa usulan program/kegiatan mendadak dicoret, itupun hal biasa.

“Ya kadang praktiknya memang tidak mudah. Bisa jadi, pemangkasan anggaran justru terjadi di saat OPD ingin berinovasi. Ya tapi ini resiko yang harus dihadapi setiap pimpinan OPD, bahwa tidak semua usulan bisa direalisasikan, bahkan meskipun anggaran itu ada di tahun sebelumnya,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso, di sela obrolan santai, baru-baru ini.

Wahyu menyebut keterbatasan anggaran adalah fakta, sehingga yang dibutuhkan adalah bagaimana menyikapinya secara baik dan benar. Adalah wajar, jika seorang pimpinan OPD turun gairahnya begitu ada banyak usulan kegiatan dipangkas.

“Tapi yang terpenting adalah menyikapinya secara kreatif, kalau memang efisiensi adalah fakta yang tak bisa ditolak. Selain kita menghemat kegiatan di internal, upaya kreatif mencari sumber-sumber pendanaan lain yang sah tentu perlu dilakukan. Dan semua pimpinan OPD terbiasa dengan hal ini, misal bagaimana mencari anggaran di pusat, dan lainnya,” terang Wahyu. (sef)