Gerak Cepat, Bupati Batang Kirim 8 ribu Masker ke Hongkong

by
Kabag Kesra Setda Batang menunjukan masker yang berhasil dikumpulkan dan dikirim ke Hongkong. (Istimewa)

*Tanggapi Permintaan BMI asal Daerahnya

BATANG – Respon cepat diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menindaklanjuti permintaan bantuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing yang kesulitan mendapat masker di Hongkong.

Kamis (13/02/2020) kemarin, Pemkab Batang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), mengirim sebanyak 7.595 masker ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hongkong.

Bupati Batang Wihaji mengaku langsung merespons permintaan warganya tersebut. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Batang, Dinas Tenaga Kerja dan Bagian Sosial Setda untuk melakukan pengiriman masker ke Hongkong melalui KJRI.

“Tadi saya langsung koordinasi dengan mereka (para BMI) di Hongkong, mendengar langsung suasana dan kondisi mereka. Pengiriman kita lakukan dengan cepat tanpa birokrasi. Kalau nunggu birokrasi urusanya lama. Makanya langsung kita tanggapi dan koordinasikan,” ujar Wihaji

Kepala Bagian Kesra Setda Batang, Suprapto mengatakan, setelah menerima pesan terbuka dari saudari Nur Fayati, kurang dari 1x 24 jam Bupati Batang langsung meresponnya dengan mengirimkan masker ke Hongkong.

“Hari ini, kita kirim masker sebanyak 7.595 buah melalui kantor pos. Masker yang kita kirim ada dua jenis, yakni masker biasa dan masker berbentuk hijab” ungkap Suprapto.

Dijelaskan Suprapto, 7.595 buah masker yang dibungkus kedalam 3 dus besar itu dikirim Pemkab Batang ke KBRI di Hongkong untuk kemudian diberikan kepada TKI asal Kabupaten Batang yang ada di Hongkong.

Masker tersebut sesuai perintah bupati untuk menolong Warga Indonesia di Hongkong yang dikhususkan warga Kabupaten Batang.

“Paket masker ini kita kirim ke KBRI. Namun demikian, dalam dus tersebut kita berikan keterangan, bahwa paket itu ditujukan kepada Nur Fayati, kita juga cantumkan nomor handphone Nur Fayati. Sehingga harapannya, TKI asal Batang yang ada di Hongkong sana mendapat masker yang kita kirimkan tersebut,” terangnya.

Dijelaskan pula dalam pengiriman pihaknya menggunakan jasa Kantor Pos, dan direncanakan sampai di KBRI Hongkong paling cepat 3 hari.

“Kita sudah meminta waktu pengiriman yang paling cepat, yakni tiga hari sampai KBRI paling lambat enam hari,” imbuh Suprapto.

Suparapto juga menyatakan sudah dihubungi oleh Nur Fayati malalui videocal watsshap, yang mengatakan rasa terimakasihnya kepada bupati yang sudah respons cepat permohonan masker. (fel)