Bupati Asip: Peserta Tes CPNS Jangan Percaya Dukun

by -
PANTAU TES – Bupati Asip Kholbihi memantau seleksi SKD CPNSD CPNS Kabupaten Pekalongan formasi 2019 di Unnes, kemarin.

Asip: Jangan Percaya Dukun

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memantau secara langsung pelaksanaan CAT SKD CPNSD Kabupaten Pekalongan formasi tahun 2019 di Unnes, Rabu (12/2/2020) pagi.

Dalam kesempatan itu, Bupati berpesan kepada para peserta agar percaya dengan kemampuannya sendiri dan berdoa. Doa restu dari orang tua pun penting. “Saya dengar ada yang ke dukun. Jangan lah yang seperti itu,” ujar Bupati.

Ia juga berpesan kepada para peserta untuk tidak tergesa-gesa dalam mengerjakan soal, pahami soal dengan baik, dan perhatikan batas waktu yang ada.

Bupati mengakui persaingan menjadi PNS cukup berat. Sebab, PNS saat ini menjadi pilihan utama dalam bekerja. Di Kabupaten Pekalongan saja, kata dia, perbandingan untuk diterima 1:30.

“Saya berdoa kalian semua bisa bergabung dengan kami di Pemkab Pekalongan. Hari ini PNS merupakan pilihan utama dalam bekerja. Semoga cita-cita panjenengan semua bisa terkabul,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 9.462 peserta dari Kabupaten Pekalongan akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNSD formasi tahun 2019. BKD dan Diklat Kabupaten Pekalongan mengimbau kepada para peserta untuk tidak percaya dengan oknum yang menjanjikan bisa lolos seleksi dan jangan percaya jimat.

“Intinya percaya dengan kemampuan diri sendiri dan berdoa. Jangan percaya dengan pihak mana pun yang mengaku bisa meloloskan dan jimat,” pesan Kasubdit Pengadaan CPNS BKD dan Diklat Kabupaten Pekalongan Eko Darmanto, Senin (10/2/2020).

Eko menyampaikan, pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT) SKD untuk peserta dari Kabupaten Pekalongan dijadwalkan tanggal 12 – 16 Februari 2020 di Unnes Semarang. Jumlah peserta sebanyak 9.462 orang, dengan peserta terbanyak di formasi tenaga guru. Pihaknya juga sudah melakukan pengecekan persiapan CAT SKD di Unnes. “Kita sudah rapat dengan Unnes untuk persediaan sarprasnya Insya Allah sudah lengkap dari laptop sampai fasilitas pendukung kita sudah siap,” ujar dia.

Pihak BKD juga sudah meninjau langsung kondisi di Unnes. Dikatakan, sebelum digunakan peserta dari Pekalongan, ruangan di Unnes itu dipakai seleksi CPNS Kemenkumham.

“Kita melihat kondisi di lapangan, sehingga bisa diperkirakan kelebihan dan kekurangannya. Saat main tanggal 12 berharap sudah lebih baik dari Kemenkumham,” harap dia.

Lokasi seleksi SKD di Unnes, lanjut dia, representatif. Menurutnya, Unnes gampang dijangkau oleh peserta. “Kita sudah ada denah lokasi, dan kita sebar denahnya lewat media sosial dan website BKD,” tandas dia.

Ia berpesan, peserta bisa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, belajar, dan jangan percaya dengan pihak mana pun yang menjanjikan bisa lolos. (had)