TPA 6 Hektar Bakal Dibangun di Kendal

by

*Pengelolaannya dengann Sistem Sanitary Landfill

LATIH – DLH Kendal bareng Komisi C DPRD memberikan pelatihan pengolahan sampah dengan menghadirkan Direktur Bank Sampah Kendal.

KENDAL – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Kendal, dengan lokasi tak jauh dari TPA Darupono. TPA ini akan dibangun seluas 6 hektar dengan teknologi sanitary landfill. Sebagai persiapan, masyarakat sekitar TPA juga mulai dilatih cara mengolah sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Sri Purwati melalui Sekretaris DLH, Irwin Suryono mengatakan, saat ini di Kabupaten Kendal memiliki dua TPA, yakni TPA Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, dan TPA Pagergunung, Kecamatan Pageruyung. Untuk TPA Darupono mengalami penumpukan volume sampah yang berasal dari beberapa kecamatan di wilayah timur Kabupaten Kendal.

“Luas TPA Darupono sekitar 0,9 hektare. Sedang TPA Pagergunung luasnya sekitar 1,5 hektare. Jika sampah-dsampah dari wilayah timur dipindah ke TPA Pagergunung, warga merasa kejauhan untuk membuang sampah,” katanya saat kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah Bagi Warga Sekitar TPA DArupono, yang digelar DLH dengan Komisi C DPRD Kendal, Rabu (12/2/2020), di Tirto Arum Baru.

Irwin mengungkapkan, TPA baru akan dibangun seluas 6 hektar. Untuk tahap pertama akan direalisasikan seluas 1,5 hektar. Lokasi pembangunan TPA sesuai dengan persyaratan dan ketentuan jarak dari permukiman. “Lokasinya satu kilometer dari lingkungan pemukiman. Nantinya TPA itu menggunakan sistem Sanitay landfill dalam pengolahannya,” ungkapnya.

Direktur Bank Sampah Kendal, Nunuk Sarah Zenubia yang dihadirkan dalam pelatihan mengatakan, pengelolaan sampah bisa dilakukan secara sederhana dengan mengumpulkan sampah melalui anggota PKK, siswa dan tiap kantor baik pemerintah maupun swasta. Sampah yang dikumpulkan itu masih bisa digunakan untuk menghasilkan barang-barang dan material yang bermanfaat. “Seperti untuk pupuk tanaman, pakan ikan maupun barang kerajinan dari pembungkus makanan,” katanya.

Menurut Nunuk, keberadaan bank sampah telah berkembang pesat yang semula masih berupa bank sampah swadaya kini menjadi bank sampah pusat. Pelatihan itu bertujuan membantu warga di seputar wilayah TPA Darupono bisa menigkatkan taraf ekonomi, sekaligus menjaga lingkungan dari sampah. “Pelatihannya membuat aneka barang bermanfaat dari sampah berbagai macam jenisnya,” imbuhnya. (lid)