Disdikbud Mantapkan Pelatihan Siswa LPK

oleh -
BERIKAN BANTUAN – Kepala Disdikbud Batang, Achamd Taufiq saat memberikan 80 paket alat kerja dan praktek bagi peserta Program PKK di LPK Bina Karya beberapa waktu lalu.

BATANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang memantapkan komitmennya untuk turut andil memberdayakan masyarakat, khususnya dalam peningkatan ekonomi masyarakat, melalui aneka pelatihan tenaga kerja. Disdikbud menggelar berbagai program, salah satunya Program Pendidikan Kewirausahaan dan juga Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PPK).

Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq menjelaskan, program itu selaras dengan visi misi Bupati Batang untuk menciptakan seribu wirausaha baru. Program tersebut dilaksanakan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan juga Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).

“Jadi dalam program ini siswa LKP ataupun PKBM tidak hanya diajarkan teori. Di sini mereka juga diberikan bantuan berupa alat kerja untuk mendukung pelatihan mereka. Sehingga mereka bisa lebih terampil dalam menjalankan pekerjaan dan keahlian mereka,” terang Taufiq, Selasa (11/2/2020).

Dijelaskan, PKK merupakan program layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan. Harapannya, program ini dapat menghasilkan lulusan kompeten pada bidang keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia usaha. Sehingga dapat memanfaatkan secara optimal peluang kerja yang terbuka pada era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) dalam rangka memasuki revolusi industri 4.0.

“Kami sudah mengoptimalkan program ini sejak tahun 2019. Program yang berasal dari bantuan Kemdikbud RI ini pun sudah kami laksanakan diberbagai LKP dan PKBM, baik di bidang komputer dan grafis, tata boga, ketrampilan menjahit, tata rias, pelatihan barista dan lainnya,” jelas Taufiq.

Kegiatan itu juga ternyata banyak diakses masyarakat yang putus sekolah, khususnya yang kurang mampu. Taufiq menilai program PPK berdampak positif dalam menunjang visi misi Bupati Batang mewujudkan 1000 wirausahawan muda.

“Besar harapan kami peserta didik dapat mengetahui hardskill dan softskill secara seimbang. Kemudian para peserta juga dapat optimal dalam pengembangan wirausaha dan tantangan masuk dunia kerja,” harapnya. (nov)