Peserta Tes CPNS Melakban Sepatu Hingga Bertukar dengan Petugas

by -
TUKAR SEPATU – Salah seorang peserta tes SKD dari Kota Pekalongan saat bertukar sepatu dengan petugas Satpol PP yang mengawal kegiatan.

KOTA – Ada kejadian menarik dalam kegiatan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pelamar CPNS dari Kota Pekalongan yang dilaksanakan di Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada Senin (10/2/2020) hingga Selasa (11/2/2020) kemarin.

Salah satu yang banyak terjadi yaitu upaya mengakali warna sepatu yang digunakan agar sesuai dengan ketentuan. Seperti diketahui, dalam ketentuan pelaksanaan tes, selain menggunakan pakaian atasan putih dan bawahan hitam peserta juga diwajibkan memakai sepatu berwarna hitam polos tanpa adanya variasi warna lain. Namun yang terjadi, banyak peserta yang menggunakan sepatu berwarna selain hitam atau berwarna hitam namun ada sisipan warna lain.

Untuk mengakalinya, para peserta melakban sepatu. Mulai dari hanya melakban sedikit untuk menutup warna lain atau menutup asesoris dalam sepatu, maupun menutup sepatu dengan lakban secara full. Tak hanya itu, ada beberapa peserta yang juga harus bertukar sepatu dengan petugas Satpol PP yang mengawal pelaksanaan tes tersebut karena sepatu yang digunakan tidak sesuai dengan ketentuan. Foto-foto dan video momen tersebut dibagikan dalam akun sosial media BKPPD Kota Pekalongan.

Saat dikonfirmasi, Kabid Pengembangan dan Penataan Pegawai pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Pekalongan, Miji Rustiyanti membenarkan hal tersebut. Banyak peserta yang menggunakan sepatu tidak sesuai dengan ketentuan sehingga panitia menyediakan lakban sebagai salah satu solusi untuk menutup warna sepatu.

Bahkan karena kebutuhan lakban cukup banyak, dikatakan Miji panitia sampai harus menyetok ulang lakban. “Lakban disediakan panitia. Bahkan kami sampai kehabisan karena yang membutuhkan ternyata cukup banyak,” tuturnya.

Dia menyatakan, hal tersebut merupakan upaya yang diperbolehkan. Yang terpenting, kata Miji, peserta yang sudah datang tidak bisa mengikuti tes hanya karena tidak sesuai dengan ketentuan. “Jangan sampai karena itu peserta ditolak dan tidak diperbolehkan mengikuti ujian oleh BKN. Yang seperti itu diperbolehkan yang penting warnanya hitam,” jelasnya.

Sementara itu, dari sebanyak 4.365 peserta seleksi CPNS yang mengikuti tes SKD akan disaring menjadi 621 peserta saja atau tiga kali lipat dari jumlah formasiyang tersedia yakni sebanyak 207 formasi. Jumlah peserta itu, selanjutnya akan mengikuti tahapan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Kepala BKPPD Kota Pekalongan,
Budiyanto menyebutkan bahwa dari jumlah peserta dalam tes SKD akan diambil tiga ranking paling tinggi untuk ikut tes SKB. Hasilnya nanti akan ditambahkan dengan SKD dan dibagi dua. “Berarti nanti akan ada 621 orang yang akan mengikuti tes SKB pada bulan Maret di Udinus juga,” papar Budiyanto.

“Yang terdaftar ada 4.267 yang tes 4.265 orang karena yang 2 tidak tes SKD lagi tapi memilih menggunakan nilai lama. Ternyata nilai para peserta sekarang tinggi-tinggi. Rata-rata di angka 320-an, dan paling tinggi yakni 417,” tambahnya.

Hasil secara manual, lanjutnya, sudah ditempel di pengumuman namun untuk peserta yang akan lanjut tes SKB dari BKPPD Kota Pekalongan akan menunggu info dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Setelah kami dapat email dari BKN untuk hasil detailnya akan kami ingormasikan melalui website bkppd.pekalongankota.go.id dan instagram @bkppd.pekalongankota,” tandasnya.(nul)