Radar Jateng

Peran Industri Besar dan Sedang Terhadap Pembangunan

Ciswo Rejo SE, Statistisi Ahli BPS Kabupaten Batang

Ciswo Rejo SE, Statistisi Ahli BPS Kabupaten Batang

Oleh : Ciswo Rejo SE

Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi, barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri tidak hanya berupa barang tetapi juga dalam bentuk jasa.

Menurut jenis-jenis/macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja, industri sedang adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerja berjumlah antara 20-90 orang, sedangkan industri besar adalah industri yang jumlah karyawan atau tenaga kerja berjumlah 100 orang atau lebih.

Pembangunan industri sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dalam mencapai sasaran pembangunan jangka panjang yang bertujuan membangun indutri. Sehingga diharapkan mampu tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri berdasar Pancasila dan UUD 1945 (Arsyad, 2010).

Sejalan dengan hal tersebut dalam pembangunan, sektor industri dijadikan sebagai perioritas pembangunan yang diharapkan mempunyai peran sebagai leading sector atau sektor pemimpin bagi pembangunan sektor-sektor lainnya.

Luas wilayah Kabupaten Batang 78.864,16 Ha, pada akhir tahun 2016 jumlah penduduk 749.720 jiwa dengan kepadatan 951 jiwa/km2 dan jumlah wilayah kecamatan ada 15 kecamatan, serta 248 desa/kelurahan.

Kontribusi sektor industri terhadap PDRB Kabupaten Batang Tahun 2016 menempati urutan pertama sebesar 33,65 persen berdasarkan harga berlaku. Sumbangaan ini sebagian besar berasal dari industri yang menggunakan bahan baku/penolong berasal dari sektor pertanian, seperti industri makanan.

Data BPS Industri besar dan sedang di Kabupaten Batang tahun 2016, sebanyak 106 perusahaan yang tersebar hampir seluruh wilayah Kabupaten Batang. Secara umum perusahaan industri besar dan sedang di Kabupaten Batang terkonsentrasi di beberapa kecamatan, tiga diantaranya merupakan pusat industri yaitu Kecamatan Batang 49,06 persen, Kecamatan Banyuputih 11,32 persen, dan Kecamatan Kandeman 10,38 persen. Sedangkan sisanya 29,24 persen menyebar di Kecamatan lainnya (Blado, Reban, Bawang, Tersono, Gringsing, Limpung, Subah, Tulis, dan Warungasem).

Peran industri besar dan sedang terhadap pembangunan Kabupaten Batang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 17.862 orang. Sebanyak 76 perusahaan merupakan kategori industri sedang dengan jumlah tenaga kerja diantara 20 sampai 99 orang. Sedangkan 30 perusahaan masuk kategori industri besar dengan jumlah tenaga kerja diatas 100 orang dan mampu menyerap 81,13 persen tenaga kerja yang bekerja di sektor industri besar dan sedang.

Menurut jenis komoditas yang dihasilkan, sebagian besar perusahaan industri besar dan sedang di Kabupaten Batang adalah industri makanan 47,17 persen; industri Kayu dan Gabus (tidak termasuk furniture) dan Barang anyaman dari Bambu, Rotan dan lainnya 17,94 persen; industri Pakaian jadi 9,44 persen; industri tekstil 8,49.

Salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan semakin kecilnya ketimpangan pendapatan. Oleh karena itu sumber daya yang ada dapat dikelola secara maksimal dan dapat menciptakan lapangan usaha baru, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan mengembangkan kegiatan perekonomian. (*)

Penulis: Ciswo Rejo SE, Statistisi Ahli BPS Kabupaten Batang

Facebook Comments