Duh, Ekspor Batang Alami Penurunan

by

*2019, Nilainya Tembus 49 Juta Dolar

DORONG EKSPOR – Produk UMKM Batang saat disajikan di stan Batang Ekspoa 2019. Produk UMKM lokal terus dibina agar bisa merambah pasar ekspor.

BATANG – Total nilai ekspor Kabupaten Batang di tahun 2019 kemarin mencapai angka 49 juta dolar. Namun, nilai tersebut terbilang menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Disperindagkop UKM Batang melalui Kabid Perdagangan, Endang Rahmawati menjelaskan, angka 49 juta USD itu bukanlah nilai riil ekspor Batang. Sebab jika dihitung dengan jumlah impornya, nilai ekspor di Batang hanya mencapai sekitar 19 juta USD.

Diakui Endang, dari data tersebut sebetulnya nilai ekspor di Batang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan harga kayu yang fluktuatif dan pesanan kayu yang menurun. Sementara kayu sendiri menjadi komoditas unggulan ekspor dari Batang.

“Kebanyakan itu ekspornya kayu, seperti kayu lapis, plywood, Albasia, dan lainnya. Dan memang dari kebanyakan perusahaan produksi kayu ini mengeluhkan pesanan yang menurun,” terangnya.

Total tahun 2019 sudah ada sekitar 59 Juta KGM barang yang sudah diekspor. Selain kayu, juga ada pemanis, sarung, tekstil, olahan ikan, dan lainnya.

Untuk sektor UMKM, pihaknya juga saat ini telah melakukan pembinaan. Tujuannya agar produk mereka bisa menembus pasar ekspor. Baik dari syarat, ketentuan dan sesuai dengan standar operasional yang pembeli inginkan.

“Untuk UMKM memang belum ada yang ekspor mandiri dalam skala besar. Kebanyakan masih masuk ke asosiasi, sembari belajar. Nah harapannya ke depan kami bina agar secara kualitas produknya sudah sesuai dengan keinginan dan standar dari buyer,” harapnya. (nov)