Lagi, Pamong Kebonagung Dipecat

by
MENGADU – PPDI Kabupaten Pekalongan saat mengadu ke Komisi A. Salah satu persoalan yang diangkat adalah sanksi massal perangkat desa di Desa Kebonagung, Kecamatan Kajen, belum lama ini

KAJEN – Kades Kebonagung Andi Kristanto kembali memecat salah satu perangkat desanya. Andi kali ini memberhentikan Kadus Sibedug Supadma.

Pemecatan Kadus Sibedug menambah panjang daftar perangkat desa yang dikenai sanksi di desa itu. Hingga kemarin, sudah tiga perangkat desa yang diberhentikan, yakni satu kades dan dua kadus. Sedangkan, beberapa perangkat desa lainnya dikenai sanksi sesuai dengan kadar kesalahannya.

Kades Kebonagung Andi Kristanto, dikonfirmasi, Senin (3/2), membenarkan telah menghentikan Kadus Sibedug Supadma. Alasan pemecatan, lanjut dia, karena yang bersangkutan dinilai melanggar pakta integritas dan diduga melakukan pungli pendaratan lahan sawah. “Dia telah melanggar pakta integritas dan diduga melakukan pungli pembuatan sertifikat pendaratan dari pertanian ke daratan,” kata dia.

Disinggung soal kekosongan perangkat desa, Andi menyatakan akan mengikuti Perbup. Dengan adanya otonomi desa, kata dia, desa harus bisa mandiri dengan mengikuti aturan yang ada.

“Sesegera mungkin kita akan mengisi kekosongan yang ada. Yang kosong kan sekdes, Kadus Dukuh Tengah, dan Kadus Sibedug,” kata dia. Dikatakan, situasi di Desa Kabonagung hingga saat ini kondusif.

“Namanya suatu kebijakan pasti ada pro dan kontra. Seperti di Desa Kebonagung, dalam lingkup Kebonagung bagaimana, apakah kebijakan saya memengaruhi masyarakat di sini. Situasi desa adem, ayem, tenteram, dan tidak ada gejolak,” kata dia.

Ditambahkan, pemberian sanksi terhadap para perangkat di desanya diharapkan bisa menjadi pembelajaran buat perangkat di desa Kebonagung secara khusus, dan perangkat desa di Kabupaten Pekalongan agar mereka bisa profesional.

“Kita sudah memiliki UU Nomor 6 Tahun 2016 tentang otonomi desa. Maka desa harus menjadi desa yang mandiri, bisa ngurus diri sendiri secara mandiri,” imbuhnya. (had)