Pelaku Hanya Butuh 1 Jam untuk Mengambil 4 Ban Beserta Peleknya dari Satu Mobil

by

*Kasus Pencurian Ban dan Pelek Mobil Ambulan dan Freed

Kapolres didampingi Wakapolres Batang saat meminta keterangan dari pelaku Pencurian ban beserta paleknya.

BATANG – Luar biasa. Hanya butuh waktu satu jam, tersangka Moch Luthfi untuk mencuri empat ban beserta paleknya dari satu unit mobil Daihatsu Grandmax Nopol G-9506-WC dan Honda Freed Nopol G-8622-JA yang terparkir di halaman Balai Desa Warungasem pada Minggu (2/2/2020).

Hal itu terungkap saat ekspos kasus pencurian ban beserta paleknya yang digelar oleh Polres Batang, Senin (3/2/2020).

“Alhamdulillah, kurang dari 24 jam pelaku Pencurian ban dan palek di wilayah hukum Polres Batang berhasil ditangkap oleh Satreskrim. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku butuh dua jam untuk mengambil delapan ban dari dua unit mobil. Jadi satu mobilnya dia hanya membutuhkan waktu satu jam untuk mengambil keempat ban beserta paleknya,” ungkap Kapolres Batang, AKBP Abdul Waras dihadapan sejumlah awak media.

Kapolres menjelaskan, kepada petugas pelaku mengaku hanya beraksi seorang diri. Dia mulai beraksi sekitar pukul 01.00 wib dengan menggunakan satu unit dongkrak dan kunci roda. Selain itu, dia juga sudah menyiapkan alat pengganjal yang digunakan untuk mengganjal mobil yang rodanya sudah berhasil dilepas.

“Ban yang sudah dilepas selanjutnya dia angkut sendiri ke mobil L300 yang dibawanya. Dan setelah selesai seluruhnya, dia kabur ke wilayah Pekalongan untuk selanjutnya mencoba menjual ban beserta paleknya kepada penjual yang ada di tepi jalur Pantura,” jelas AKBP Abdul Waras didampingi Wakapolres Kompol Hartono.

Pelaku Moch Luthfi ketika dimintai keterangan oleh Kapolres mengungkapkan, dia sudah beberapa kali melakukan aksinya. Diantaranya dua lokasi di wilayah Kabupaten Pekalongan, dan satu lokasi di wilayah Kota Pekalongan.

“Saya biasanya bekerja sebagai sopir travel, namun karena kondisi lagi sepi, maka mencari sumber penghasilan lain. Dan uang hasil penjualan ban beserta paleknya nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Luthfi.

Luthfi juga mengungkapkan bahwa untuk ban dari mobil ambulan milik Desa Warungasem dia tawarkan dengan harga Rp 2,5 juta. Sedangkan untuk ban dan palek Honda Freed dia tawarkan seharga Rp 4,5 juta. (Don)