Jumlah UMKM Terus Bertambah

by
SOSIALISASI – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) menyelenggarakan sosialisasi Pendataan UKM di Aula Kantor Dindagkop-UKM setempat, baru-baru ini.

KOTA – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) menyelenggarakan sosialisasi Pendataan UKM di Aula Kantor Dindagkop-UKM setempat, baru-baru ini.

Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Bambang Nurdiyatman menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya sinkronisasi data dalam memperoleh pemutakhiran database yang akurat dan faktual mengenai pendataan UMKM Kota Pekalongan. Karena menurutnya, data jumlah UMKM Kota Pekalongan semakin berkembang sehingga harus terus diupdate.

“Kegiatan ini sangat penting untuk mendata jumlah UMKM yang ada di Kota Pekalongan berapa, perkembangan usaha mereka seperti apa, apakah sudah naik kelas dari yang semula mikro menjadi makro, dan perkembangan lainnya,” tutur Dodik, sapaan akrabnya.

Saat dilakukan pendataan UMKM, lanjut Dodik, masih ditemui beberapa kendala untuk mendapatkan data di lapangan dengan semakin banyaknya bermunculan UMKM di Kota Pekalongan. Namun, pihaknya berusaha untuk terus mengupdate database UMKM Kota Pekalongan. Disampaikan Dodik, saat ini terdapat 21.791 pelaku UMKM dari berbagai sektor baik produksi batik, craft, kuliner, dan sektor lain yang berada dibawah binaan Dindagkop-UKM. Sehingga, dalam pelaksanaan pendataan umkm ini, para pelaku diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif memberikan data yang real mengenai usahanya.

“Database UMKM ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan apa saja, jika UMKM ini sudah terdaftar maka fasilitasi bantuan baik dari pusat, provinsi, dan daerah akan mudah dikoordinasikan dan tepat sasaran seperti bantuan penyaluran KUR, sebab selama ini terkadang pelaku UMKM ini ketika diminta datanya terutama mengenai omset, ada beberapa yang masih sulit dengan berbagai alasan misalnya takut dikenai pajak, padahal kenyataannya tidak seperti itu,” terang Dodik.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz yang hadir membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas antusias para pelaku UMKM yang hadir. Saelany mengakui bahwa peran UMKM di Kota Pekalongan sangatlah besar bagi pertumbuhan perekonomian daerah.

“Ini sebetulnya UMKM memiliki sejarah peranan yang besar di Kota Pekalongan, karena mereka yang mempunyai andil menumbuhkan perekonomian kota. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini mereka paham bahwa pendataan ini memiliki manfaat baik ke mereka sendiri dengan adanya fasilitas-fasilitas yang diberikan pemerintah mengenai pemberdayaan UMKM itu sendiri,” papar Saelany.

Saelany menambahkan Dindagkop-UKM selaku leading sektor yang ditugaskan memberdayakan koperasi dan UMKM dituntut untuk segera memiliki database UMKM dan koperasi yang akurat dan faktual guna menyusun kebijakan perencanaan serta program pemberdayaan koperasi dan UMKM tersebut.

Kegiatan sosialisais tersebut, juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab SAg SE MM. Kegiatan diikuti oleh 95 perwakilan UMKM Kota Pekalongan baik pemula maupun yang sudah terlatih dan dibina oleh Dindagkop-UKM Kota Pekalongan.(nul)