Awas, Jangan Tergiur Investasi Bodong

by

*Warga NU Brangsong Diedukasi Keuangan dari OJK

TAK TERGIUR – Warga NU Brangsong mendapatkan sosialisasi keuangan dari OJK agar tak tergiur dengan investasi bodong.

KENDAL – Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Brangsong, mendapatkan sosialisasi keuangan dari OJK Regional 3 Jateng-DIY. Acara yang diinisiasi anggota Komisi XI DPR RI, Alamudin Dimyati Rois, itu bertujuan meningkatkan kewaspadaan warga NU agar tak tergiur investasi ilegal atau bodong.

Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Perwakilan OJK Regional 3 Jateng DIY, Hans Ori Lewi mengatakan, penipuan investasi tak hanya menyasar kalangan atas, namun warga menengah ke bawah juga banyak yang menjadi korbannya. Umumnya korban tidak memahami betul perusahaan investasi tersebut sehat atau tidak, serta merugikan atau tidak.

“Ciri investasi yang ilegal dan bodong umumnya menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal. Tidak hanya itu, iming-iming hadiah ataupun bonus, kerap ditawarkan untuk menarik orang berinvestasi,” terangnya.

Diungkapkan, kalangan bawah kini menjadi sasaran investasi bodong karena ketidaktahuan dan mudah dibujuk dengan keuntungan besar. OJK sebagai lembaga yang mengawal lembaga keuangan, sudah sering mengingatkan masyarakat agar tak mudah terpancing dengan keuntungan yang berlipat-lipat.

“Dari evaluasi yang kami lakukan, korban investasi bodong ini karena ketidaktahuan masyarakat. Sehingga masyarakat perlu berhati-hati,” pesan Hans.

Ciri umum investasi bodong menurut OJK yakni imbal jasa dan bunga serta keuntungan yang tidak wajar. Biasanya mereka juga menawarkan produk yang diklaim tanpa resiko. “Masyarakat perlu kritis dan tidak sekedar menginvestasikan dananya. Tanyakan perusahaan tersebut wajar apa tidak,” pungkasnya.

Anggota Komisi XI DPR RI, Alamudin Dimyati Rois berharap masyarakat waspada dan tidak mudah terpancing dengan keuntungan besar dalam waktu singkat. Para korban biasanya sudah pernah menjadi korban sebelumnya, karena iming-iming keuntungan yang besar dan tidak masuk akal. Bagi warga NU untuk lebih realistis dan obyektif dalam melihat investasi yang ada, jangan mudah tergiur dengan bahasa ingin cepat kaya.

“Lebih lagi, saat ini investasi bodong tidak saja merambah mereka yang sumber daya lemah tetapi mereka yang mempunyai SDM baik juga menjadi korban,” katanya. (lid)