KEK, Warga Kendal Diminta Tak Hanya jadi Penonton

by

*UMKM Kendal Diajak Pasarkan Produknya ke Luar Negeri

SOSIALISASI-Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) RI, melakukan sosialisasi capaian diplomasi ekonomi kepada stakeholder di Kabupaten Kendal.

KENDAL – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melakukan sosialisasi capaian diplomasi ekonomi kepada stakeholder di Kabupaten Kendal, Jumat (17/1). Sosialisasi dilakukan oleh dua pejabat tinggi Kemenlu, yakni Rossy Verona Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika serta Ratu Silvy Gayatri, Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa. Didampingi Ketua Kadin Kendal, mereka ditemui Wakil Bupati Kendal dan Sekda serta beberapa kepala OPD terkait.

Sosialisasi tersebut untuk mengajak kepada para pelaku UMKM di Kendal agar bisa memasarkan produk unggulan lokal ke luar negeri, baik ke Asia Pasifik, Afrika, Amerika maupun Eropa. Pasalnya, peluang pasar terhadap produk unggulan ke luar itu cukup tinggi.

Rossy Verona mengatakan, hubungan dagang Indonesia dengan negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika cukup baik. Indonesia juga telah menjalin hubungan dagang dengan 34 organisasi internasional. Yang harus dipersiapkan bagi pelaku usaha yang ingin produknya bisa diterima di luar negeri adalah kualitas dan kuantitas.

“Kendal ini memiliki potensi besar yang bisa dipasarkan ke luar negeri. Yang segera dipersiapkan itu membuat peta klaster, produk unggulan apa saja yang siap ekspor. Kami siap membantu mempromosikan ke luar negeri,” katanya.

Sementara Ratu Silvy menerangkan, di Amerika sudah ada kawasan showroom untuk memamerkan produk unggulan. Indonesia juga memiliki hubungan baik dengan pengusaha di kawasan Amerika dan Eropa, tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. Selain itu potensi pasar di Amerika Latin juga cukup besar. Target meningkatkan ekspor. Kualitas dan kuantitas harus baik.

“Indonesia masih kalah dengan Vietnam yang produk-produknya sudah banyak di negara-negara tersebut. Maka target Kemenlu adalah membantu meningkatkan ekspor produk unggulan dalam negeri,” ungkapnya.

Sekda Kendal, Moh Toha mengatakan, KEK di Kendal targetnya mencapai 500 juta USD. Diharapkan Kendal bisa menyokong pertumbuhan ekspor melalui KEK.

“Kendal jangan hanya jadi penonton, tapi harus bisa memenuhi kebutuhan di KEK. Produknya bisa diintegrasikan dengan KEK, baik yang menyokong maupun ekspor,” harapnya.

Ketua Kadin Kendal, Cahyanto mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pertemuan itu untuk menginisiasi para pelaku usaha di Kendal agar produknya bisa tembus ke mancanegara. “Nanti akan mengadakan pertemuan-pertemuan lagi kepada para pelaku UMKM untuk menindaklanjuti sosialisasi dari Kemenlu ini,” katanya.(lid)