Digembleng, ASN Ngaji Kliwonan

by
NGAJI KLIWONAN – ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan ngaji bareng setiap Jumat Kliwon.

KAJEN – Untuk menggembleng aparatur sipil negara (ASN) agar menjadi pelayanan umat yang baik, setiap Jumat Kliwon ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan ngaji bareng dengan menghadirkan ulama di Kota Santri.

Pemkab Pekalongan mengawali aktivitas rohaniyah pada tahun 2020 ini dengan menggelar pengajian tersebut di Aula Lantai 1 Setda, . Kegiatan Jumat (10/1) kemarin. Pengajian diikuti seluruh ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Pengajian perdana pada tahun ini menghadirkan pembicara KH Muhammad Dzilqon yang merupakan Pengasuh Pondok Pesentren Al Fusha, Rowocacing, Kedungwuni.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, mengutarakan, pengajian digelar sebagai ikhtiar pemkab menjadikan aparaturnya sebagai pelayan umat yang baik. “Tahun 2020 ini harus beda. Orang yang ingin baik, harus lebih baik dari tahun kemarin. Jika masih sama, kita ini rugi, ndak ada artinya. Apalagi jika lebih jelek dibandingkan tahun kemarin berarti kita ini hidupnya sia-sia.



Oleh karena itu sebagai ikhtiar dari pemkab untuk menata diri kita masing-masing untuk menjadi pelayan umat yang baik, maka hal-hal yang perlu kita tingkatkan, kita tingkatkan,” ujar Asip.

Menurut Bupati, ada beberapa cara agar bisa menjadi lebih baik. Yang pertama, jadilah seperti kiai. “Mondoknya lama, tirakatnya lama. Tapi ini langka. Sedikit yang bisa seperti kiai. Dari pondok pesantren, hanya 10 hingga 30 persen, sisanya menjadi orang biasa,” kata Bupati.

Cara yang kedua, lanjutnya, yakni menjadi santri. “Pak Kiai Dzilqon jadi kiainya, kita jadi santrinya,” ujar Bupati. Cara yang ketiga, yakni menjadi pendengar atau menjadi orang yang mencintai alim ulama, orang sholeh maupun cerdik pandai.

Melalui pengajian pagi itu, Bupati berharap, dirinya dan para ASN bisa menjadi khodimul ummah atau pelayan masyarakat yang betul-betul baik hati, bekerja dengan ikhlas, sehingga hasilnya bisa betul-betul dirasakan masyarakat. “Jika proses ini berjalan, Insya Allah Kabupaten Pekalongan ini akan menjadi kabupaten yang hebat dan berkah, kabupaten yang masyarakatnya sejahtera, generasi kita diselamatkan dari hal-hal yang tidak diinginkan dan pemerintahnya dalam menjalankan tugas, diselamatkan dunia dan akherat,” ungkap Bupati.

Bupati menyayangkan jika ada golongan yang membenci terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keilmuan, kebaikan, dan kesolehan. Oleh karena itu, Bupati mengajak kepada para ASN untuk mengikuti pengajian, mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh para kiai dan alim ulama. “Agar proses kehidupan kita seimbang. Kadang-kadang ada hal-hal yang kontradiktif. Sehari saja kita makan tiga kali, pengajian hanya kliwonan saja. Padahal kebutuhan jasmani dan rohani harusnya seimbang. Tapi saya percaya, Bapak Ibu sekalian memanfaatkan berbagai media untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” tutur Bupati.

Sementara itu, KH Dzilqon, dalam tausiyahnya di antaranya men mengenai hikmah dan ajakan agar masyarakat mematuhi ulil amri atau pemerintah sebagaimana disebutkan dalam Al Quran.

Usai pengajian, Bupati menyampaikan, ASN di Kabupaten Pekalongan sudah terbiasa bekerja hingga di luar jam kerja sebagai bentuk hikmah terhadap tanggung jawab kerja dan tanggung jawab sebagai pengemban amanah masyarakat.

Menurut Bupati, tugas pemerintahan adalah tugas yang mulia dan dalam Al Quran disebutkan ajakan agar menaati pemerintah, sepanjang yang tidak mengajak kepada hal-hal yang maksiat. “Ini hukumnya wajib, karena jika tidak ada pemerintah, rusak semua, tidak ada yang bisa menjalankan ibadah dengan baik dan aman,” terang Bupati. (had)