Belum Selesai, Proyek Jembatan Seturi Diperpanjang

oleh -

*Sisa Volume Pekerjaan Tinggal 9,96 %

PROYEK KEMBATAN – Pekerjaan fisik pembangunan Jembatan Seturi sudah menunjukkan progres hingga mencapai 90,04 persen.

BATANG – Proyek pembangunan Jembatan Seturi di Kecamatan Batang akhirnya diberi kesempatan perpanjangan, menyusul tak selesainya pekerjaan hingga akhir masa kontrak, 25 Desember 2019 lalu. Dengan tambahan waktu tersebut, PT Marga Karya selaku pelaksana pekerjaan memiliki waktu hingga 13 Februari 2019 untuk menyelesaikan sisa pekerjaan dengan konsekuensi denda 1/1.000 dari nilai kontrak setiap harinya.

Hingga 30 Desember 2019, progres proyek senilai Rp 19.700.000.000 itu telah mencapai 90,04 persen. “PT Marga Karya memang mengajukan penambahan masa waktu pekerjaan. Sebab hingga habis masa kontrak pada 25 Desember 2019 kemarin, mereka belum bisa menyelesaikan pekerjaan,” ungkap Kabid Prasarana Jalan dan Jembatan DPU PR Batang, Nur Haryanto, didampingi Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Endro Suryono, Kamis (2/1).

Ia mengatakan, berdasarkan regulasi dan kajian dari konsultan dan tim teknis, maka pihaknya memberikan kesempatan kepada kontraktor PT Marga Karya untuk menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 hari kalender, sejak masa berakhirnya kontrak, yaitu sampai dengan tanggal 13 Februari 2020. “Kami memberikan kesempatan penyelesian pekerjaan dengan ketentuan denda keterlambatan untuk pekerjaan ini,” tandas Nur Haryanto.

Adapun besaran denda keterlambatan adalah 1/1000 dari nilai kontrak (sebelum PPN). Apabila bagian kontrak yang sudah dilaksanakan belum berfungsi, maka kurang lebih dendanya mencapai Rp.17.909.909 per hari.

Dijelaskan, pemberian kesempatan perpanjangan itu memiliki payung hukum. Untuk menyebut di antaranya, yakni UU Nomor 2 Tahun 2017, tentang Jasa Konstruksi, lalu Perpres Nomor 16 Tahun 2018, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sesuai Perpres tersebut, Pasal 56 angka 3 menyebutkan bahwa pemberian kesempatan kepada penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan dapat melampaui tahun anggaran.

“Masih banyak lagi regulasi lain yang mengaturnya. Intinya, dimungkinkan memberikan kesempatan perpanjangan untuk menyelesaikan pekerjaan, dan kedua perpanjangan itu bisa melampaui tahun anggaran,” jelas Nur Haryanto.

Dsaimpaikan juga olehnya, PT Marga Karya telah mengajukan surat Permohonaan Pemberian Kesempatan Penyelesian Pekerjaan dengan No: 010/PT.MK-Seturi/XII/2019 sejak Tanggal 20 desember 2019 lalu.

“Mereka menyadari bahwa pekerjaan fisik yang dikerjakannya tidak akan selesai sesuai dengan masa waktu kontrak, sehingga mereka mengajukan permohonan penambahan waktu pada tanggal 20 Desember 2020 lalu,” ucapnya.

Ditambahkannya, keterlambatan pekerjaan pembangunan Jembatan Seturi tersebut diakibatkan karena beberapa faktor, baik tekhnis maupun non tekhnis. Namun demikian, pihaknya optimis, PT Marga Karya bisa menyelesaikan kekurangan progres yang tinggal 9,96 persen tersebut sebelum tanggal 13 februari 2020.

“Keterlambatan ini dikarenakan adanya permasalahan dalam manajemen perusahaan, baik tenaga kerja, material sampai dengan metode pelaksanaan. Selain itu juga adanya penambahan item pekerjaan pada proyek jembatan. Faktor lainnya, dikarenakan banyaknya kapal kapal nelayan berlalu lalang melewati bawah konstruksi pemasangan rangka baja jembatan. Terakhir, faktor penghambat lainnya yaitu karena adanya dua kapal berukuran kecil dalam keadaan rusak, namun enggan untuk dipindahkan,” paparnya.

Saat ini, kata Nur Haryanto, PT Marga Karya tengah mengebut pekerjaan berupa pembuatan dinding penahan tanah, urugan, dan stressing rangka baja. “Kami mohon agar masyarakat dapat bersabar menunggu pekerjaan jembatan seturi ini selesai. Sebab, memang pekerjaan finising ini membutuhkan waktu cukup lama,” pungkasnya. (fel)