Mayoritas Tempat Karaoke Mengarah ke Prostitusi

by
PENYAKIT MASYARAKAT: Sejumlah tempat karaoke yang ada di Kabupaten Pati dinilai mengarah pada kegiatan prostitusi. (DOKUMEN RADAR KUDUS)

Di Kabupaten Pati total ada sekitar 100 lebih jumlah tempat karaoke yang tersebar di berbagai wilayah. Mayoritas tidak berizin. Mayoritas pula yang menjurus ke arah kegiatan prostitusi.

”Jumlahnya 100 lebih tempat karaoke di Kabupaten Pati. Paling banyak ada di kompleks prostitusi Lorong Indah (LI). Di jalan pantura Kecamatan Margorejo, Juwana, hingga di wilayah-wilayah dalam. Seperti Gabus, Winong, dan juga Jakenan,” terang Sekretaris Satpol PP Kabupaten Pati, Imam Rifa’I kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ia juga sependapat dan meyakini jika tempat-tempat karaoke yang ada kebanyakan sudah bukan murni kegiatan seni dan hiburan. Melainkan sudah menjurus kepada kegiatan prostitusi.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku sudah lama siap dalam usaha penertiban tempat karaoke tak berizin, alias ilegal yang ada di Kabupaten Pati. Namun, pria yang juga aktivis GP Ansor Kabupaten Pati ini mengaku terkendala sejumlah permasalahan. ”Saya siap. Dari dulu saya siap. Tinggal menunggu perintah saja,” imbuhnya.

Dirinya mengaku, di tingkat bawah sejumlah ormas sudah mendukung upaya penertiban karaoke-karaoke ilegal yang mengarah kepada kegiatan prostitusi itu. Ormas kepemudaan Islam seperti GP Ansor, Banser sangat siap.

”Adanya perda tersebut juga salah satunya dorongan dari ormas-ormas, yang ingin melihat Kabupaten Pati lebih tertib lagi soal kegiatan-kegiatan seperti itu. Pada dasarnya masyarakat sangat mendukung. Namun kami sendiri tidak bisa gegabah bergerak. Karena persoalan tempat karaoke tersebut sangat kompleks,” imbuhnya.(ks/aua/him/top/JPR)