Sejarah, APBDes 2020 Ditandatangani Serentak

by

*Bupati Mirna Sampaikan Apresiasi

KENDAL – Sebuah sejarah dicatatkan jajaran Pemerintah Desa di Kabupaten Kendal. Untuk pertama kalinya, perwakilan kepala desa dari setiap kecamatan melakukan penandatanganan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2020 secara serentak di di Pendapa Tumenggung Bahurekso, Senin (30/12).

Bupati Kendal, Mirna Annisa, pun mengapresiasi penandatanganan APBDes yang baru pertama kali dilakukan di Kendal secara serentak. Peristiwa itu bisa menjadi titik awal dari kemajuan desa-desa yang ada di Kabupaten Kendal mulai 2020.

“Program kerja yang dimasukkan harus benar-benar diproritaskan. Selain itu juga bermanfaat dan dibutuhkan warga desa serta bisa dikelola secara profesional,” ungkapnya.

Menurut Mirna, tidak sedikit pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama dalam membangun desa. Optimisme harus dibangun, sehingga mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada berlandaskan semangat kebersamaan, persatuan, dan kerjasama. Pembangunan di desa yang mengunakan Alokasi Dana Desa (ADD), agar dilakukan sebaik-baiknya dan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

“Penyelewengan dan penyimpangan dalam pengelolaannya harus dihindari. Kinerja pemerintah desa akan selalu diawasi masyarakat. Aparatur desa dituntut jujur dan aktif dalam mengupayakan program bagi kemajuan desa,” terang Bupati.

Asisten Pemerintahan Setda Kendal, Winarno mengatakan, pengelolaan dana desa harus transparan, akuntabel, partisipatif, tertib, dan disiplin anggaran. “Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa,” katanhya.

APBDes, lanjutnya, merupakan dokumen penting bagi desa untuk menentukan langkah pembangunan. Apabila APBDes telah ditetapkan pada awal tahun, pemerintah desa dapat melakukan persiapan lebih awal untuk pelaksanaan program pembangunan desa. “Harapanya program kerja yang telah disusun, benar-benar diproritaskan, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya (lid)