Lomba RPP Nasional, Guru TK Al Azhar 63 Rebut Harapan I

by
BERFOTO bersama – Cynthia Elfadinaria berfoto bersama jajaran Pengurus Yayasan Sigma Mutiara Bunda di halaman sekolah.

KOTA – Salah satu guru TK Al Azhar 63 Kota Pekalongan, Cynthia Elfadinaria MPd mencatatkan prestasi gemilang di kancah kompetisi Nasional. Wanita 28 tahun tersebut berhasil meraih juara harapan 1 kompetisi RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Inspiratif yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), 8-11 Desember lalu di Jakarta.

Ia didapuk menjadi satu-satunya TK se Indonesia yang masuk dalam 10 besar dan berlaga di Jakarta hingga meraih penghargaan harapan 1. Kepada Radar Pekalongan, Chintya mengaku tak menyangka bisa meraih harapan 1, karena rivalnya guru tingkat SD dan SMP.

“BNPT menggelar kompetisi ini sebenarnya tujuan utama kan untuk pencegahan radikalisme. Nah, mereka sendiri juga sempat kaget, kok nilai-nilai yang ingin mereka capai ini semua masuk dalam tema dari RPP yang saya buat,” ucapnya.

RPP inspiratif yang mampu mengantarkannya meraih juara harapan 1 nasional lebih menitikberatkan pada integrasi nilai agama berbasis budaya lokal. Sehingga siswa memiliki pengetahuan lebih mendalam pada budaya daerah masing-masing.

“Saya mengonsep mainan namanya bintang bersinar. Dari permainan ini, saya mengambil 5 nilai utama yang terdapat dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan menambahi 2 nilai lainnya, yaitu nilai gotong royong, relegius, integritas, nasionalis, mandiri serta keberanian,” terang Chintya.

Ia berharap, penghargaan tersebut mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi guru TK Al Azhar 63 Kota Pekalongan, serta guru TK di Kota Pekalongan pada umumnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sigma Mutiara Bunda, Sri Hartanti Sachroni SS menuturkan bahwa yayasan sangat mengapresiasi segala macam bentuk prestasi yang diraih para guru yang berada di bawah naungannya. Bahkan, sekolah bersedia mendukung secara penuh apa saja yang dibutuhkan para pendidik untuk meraih prestasi, baik secara materiil maupun non materiil.

“Kami memang dari awal seleksi guru, kami mencari guru-guru yang luar biasa. Guru-guru yang memiliki jiwa pendidik, kreatif, smart dan mau belajar terus, jadi kalau sosok gurunya sudah dapat maka itu bisa ditularkan ke anak-anaknya,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Sigma Mutiara Bunda, Kadaryanto Spd. Dia menyatakan akan menindaklanjuti RPP inspiratif tersebut dengan membuat laboratorium karakter. Di mana laboratorium tersebut akan diterapkan baik pendidikan jenjang TK Al Azhar 63 maupun SD Al Azhar 60 Pekalongan.

“Laboratorium Karakter ini nanti akan memberikan pengembangn pendidikan yg komprehensif dan bermakna Kepada siswa, baik aspek afektif, kognitif maupun psikomotoriknya. Meskipun bagi anak-anak usia TK dan SD afektif lebih ditekankan karena sebagai pondasi awal penanaman karakter,” pungkas Kadaryanto.(mal).