Marak Serangan Tawon, Pekalongan Rescue ‘Disibukkan’ Evakuasi 5 Sarang Per Hari

by
EVAKUASI – Maraknya kasus serangan tawon, membuat Pekalongan Rescue menjadi salah satu yang disibukkan dengan permintaan evakuasi sarang tawon. Selama sebulan terakhir, Pekalongan Rescue mengevakuasi sekitar 90 sarang tawon.

KOTA – Mulai maraknya kasus serangan tawon di wilayah Jawa Tengah hingga menjadi perhatian Gubernur, membuat kekhawatiran masyarakat terhadap tawon meningkat. Tak ayal, puluhan laporan tiap hari masuk ke berbagai instansi terkait untuk meminta bantuan dalam mengevakuasi sarang tawon.

SAR Pekalongan Rescue, meskipun bukan merupakan instansi resmi pemerintahan namun menjadi salah satu yang paling disibukkan dengan laporan dan permintaan bantuan warga untuk mengevakuasi sarang tawon. Sejak kasus serangan tawon booming, hampir setiap hari tim pimpinan Ady Subiyakto tersebut mendapat panggilan kemanusiaan dari warga yang meminta bantuan.

Dalam sehari, tak kurang tiga hingga lima laporan dari warga masuk ke Pekalongan Rescue dengan kasus serupa. Bahkan sejak ramai isu serangan tawon dalam sebulan terakhir, Pekalongan Rescue sudah menangani sekitar 90 sarang tawon. Hebatnya, mereka terjun dengan misi kemanusiaan tanpa imbalan apapun. “Karena jiwa kemanusiaan, bisa menolong warga sebuah kebahagiaan tersendiri,” kata Ady.

Menurutnya, permintaan evakuasi tawon dari warga saat ini membludak. Meskipun mengevakuasi tiga hingga lima titik sarang tawon, namun dikatakan Ady permintaan terkadang lebih banyak lagi. Namun terbatasnya peralatan membuat Pekalongan Rescue tak bisa beraksi lebih banyak lagi. “Kami ada keterbatasan peralatan dan perlengkapan dari kami. Semisal peralatan dan perlengkapan memadai, Insya Allah 7-10 lokasipun kami sanggup,” tandas Ady.

Dengan kostum khusus hasil ciptaan sendiri, anggota Pekalongan Rescue terjun langsung ke rumah-rumah warga jika ada panggilan. Kostum yang diciptakan dari modifikasi jas hujan tersebut, dibuat dengan budget Rp150 ribu per kostum. Walaupun ciptaan sendiri, sejauh ini kostum tersebut mampu melindungi anggota yang bertugas untuk mengevakuasi.

Dia menceritakan, Untuk penanganan sarang tawon, pihaknya selalu memilih waktu malam hari. Tak lupa, dia juga meminta seluruh penerangan di sekitar lokasi evakuasi untuk dipadamkan. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir serangan tawon. Sebab saat dilakukan proses pelumpuhan dengan obat serangga, maka tawon akan lari ke tempat dengan pencahayaan lebih terang.

Dikatakan Ady, pihaknya tak pernah meminta imbalan apapun. Jika ada panggilan, dia hanya meminta agar warga menyiapkan satu buah karung untuk membungkus sarang tawon dan dua hingga tiga obat serangga semprot untuk membuat tawon lumpuh. “Kami hanya bisa sediakan waktu, tenaga serta armada,” tambahnya.

Selain itu, Tim SAR Pekalongan Rescue melakukan evakusai Tawon tidak mengenal batas wilayah kota ataupun kabupaten. Artinya, bukan hanya warga di rumah warga Kota Pekalongan saja, Pekalongan Rescue melainkan juga ikut membantu evakuasi sarang tawon yang berada di rumah-rumah warga Kabupaten Pekalongan dan Batang.

“Intinya sepanjang armada kami mampu menjangkau, kami siap. Pekalongan Rescue tak bisa menolak. Pernah suatu kali kami evakuasi sarang Tawon di wilayah Kesesi Kabupaten Pekalongan sampai 5 titik lokasi. Dan berakhir menjelang subuh. Semua itu kami lakukan dengan perasaan riang gembira,” tegasnya.

Bila ada masyarakat yang membutuhkan silahkan hubungi tim SAR Pekalongan Rescu yakni Ady Subiayanto 0856-4266-3111, Iden 080858-145608168, Rendy 0856-0044-4442 dan Hadison 0857-7756-6540. (nul)