Ditinggal Kerja, Rumah Ludes Terbakar

by
PADAMKAN – Sejumlah petugas pemadam kebakaran dari pos Limpung berusaha memadamkan kobaran api.

BATANG – Nasib malang menimpa Ahmad Bakir. Kediamannya yang berada di Dukuh Tegal Kunci, Rt 001 Rw 005, Desa Kranggan, Kecamatan Tersono, Rabu (11/12) kemarin sekitar pukul 09.30 WIB hangus terbakar.

Rumah kayu yang dihuni Ahmad Bakir bersama istri dan tiga anaknya tersebut ludes tanpa sisa setelah dilalap si jago merah.

Diketahui, kejadian pertama kali diketahui oleh Hamdiyati, tetangga rumah korban yang letaknya berhadapan. “Saya melihat asap mengepul dari belakang rumah Ahmad Bakir dan akhirnya saya berteriak untuk memanggil tetangga yang lain,” katanya.

Sementara itu, mendengar dan melihat kejadian tersebut, Ketua RT setempat, Nur Rohman langsung menghubungi Polsek Tersono untuk memanggil bala bantuan. “Warga yang berdatangan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya,” ungkap Nur Rohman.

Mobil pemadam kebakaran dari pos Limpung yang tiba 30 menit kemudian tidak bisa menyelamatkan. Sebab, rumah sudah terlanjur ludes terbakar. Pasukan pemadam hanya bisa melokalisir api supaya tidak merembet ke rumah sebelahnya.

Material bangunan rumah yang terbuat dari kayu mempercepat nyala api. Pekatnya asap terlihat sampai Pasar Tersono yang berjarak 3 km. “Jadi pada saat terjadi kebakaran, rumah dalam keadaan kosong. Suami istri Ahmad Bakir dan Catur Yuani sama-sama bekerja sebagai TU di SMP swasta di TERSONO tapi lain sekolah,” kata Nur Rohman.

Ahmad Bakir, kata Nur Rihman, saat itu sedang bekerja dan istrinya sedang mendampingi siswanya studi tour ke Yogyakarta bersama anak bungsu. Sedangkan dua anak lainnya tengah bersekolah.

Ahmad Bakir yang diberitahu segera pulang dan histeris melihat rumah sudah hangus tanpa sisa. Oleh petugas Polsek Tersono, Ahmad Bakir dibawa ke rumah mertua untuk ditenangkan.

Selain rumah, api juga menghanguskan barang berharga dan surat-surat penting. Selain itu, juga sebuah sepeda motor, laptop dan komputer berisi data siswa, sertifikat tanah serta ijazah ikut terbakar habis. Bahkan ayam piaraan juga ikut menjadi korban.

Kerugian materiil ditaksir mencapai 70 juta rupiah. Kades Kranggan terpilih Arfianto Tri Saputro menjelaskan bahwa pihak desa sudah merencanakan penempatan Ahmad Bakir sekeluarga pasca kebakaran ini. Sedangkan penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan aparat Kepolisian. (fel)