Perempuan Sering jadi Sasaran Politik Uang

by

*Diminta Berperan Kritis dalam Pemilu

SAMPAIKAN MATERI – Kordiv Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Anik Sholihatun saat menyampaikan materi terkait peran perempuan dalam pemilu 2019.

BATANG – Kaum perempuan punya peran penting dalam Pemilu. Dari populasi pemilih saja, perempuan lebih mendominasi. Bahkan di Jawa Tengah sendiri, ada 52 persen suara perempuan dari 80 persen Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menggunakan hak pilihnya.

Oleh karenanya, Kordiv Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Anik Sholihatun, mengajak perempuan di Jateng untuk lebih mengkritisi Pemilu. Pasalnya, perempuan menjadi sasaran empuk money politic, dan masih belum banyak wakil rakyat berpihak pada masa depan perempuan.

“Pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tapi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali perempuan. Jangan sampai kita memilih pemimpin yang tidak membawa perubahan masa depan, khususnya masa depan dan nasib perempuan,” jelas Anik, saat menjadi pemateri Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang digelar Bawaslu Batang bersama komunitas perempuan di Hotel Ratih Batang, Minggu (8/12). .

Ketua TP PKK Batang, Uni Kuslantasih Wihaji yang juga menjadi pemateri berharap agar perempuan tidak menjadi obyek politik uang. Ia juga memintaperempuan bisa menjadi penyambung peran Bawaslu dalam mengawasi pemilu.

“Perempuan memang banyak bicara dan cerita. Nah bagaimana kita ubah isi cerita dan pembicaraan kita dengan bahan yang lebih positif, seperti terkait kepengawasan Pemilu dan hal lainnya terkait demokrasi untuk memilih pemimpin yang lebih baik dan bisa menyalurkan aspirasi perempuan,” harapnya.

Sementara itu, Kordiv OSDM Bawaslu Batang, Khikmatun menambahkan, sosialisasi mengundang beberapa komunitas dan organisasi perempuan di Batang. Seperti perwakilan GOW, Muslimat dan Fatayat NU, Aisiyah dan Nasyiatul Aisyiyah, akademisi, jurnalis perempuan, LSM Pekka, praktisi hukum, KPU, IPHI, serta aktivis perempuan.

“Sebenarnya kami juga undang anggota DPRD Batang dari kalangan perempuan, sayangnya mereka berhalangan hadir. Tadi sempat dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Bapak H Untung Nur Slamet, namun karena ada agenda lagi beliau tidak full sampai akhir,” tandasnya. (nov)