Tahun Depan, Jalan Wonokerto Diperbaiki

by
RUSAK – Sejumlah ruas jalan rusak di kawasan pesisir Kota Santri akan diperbaiki di tahun 2020.

KAJEN – Tahun 2020, masyarakat di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan bisa bernafas lega. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan sudah menganggarkan di APBD tahun 2020 untuk perbaikan sejumlah ruas jalan rusak di kawasan pesisir Kota Santri.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Fraksi PKB, Samsul Bachri. Ia menyampaikan, kepastian rencana perbaikkan jalan di beberapa ruas jalan di sejumlah desa di Kecamatan Wonokerto tertuang dalam RAPB 2020 yang dibahas oleh DPRD dan Pemerintah Daerah.

“Perbaikan ruas jalan kabupaten di Kecamatan Wonokerto akan diselesaikan tahun 2020. Hal ini sesuai yang tertuang dalam RAPBD Kabupaten Pekalongan tahun 2020 yang akan disahkan menjadi APBD dalam rapat paripurna pada tanggal 26 Desember 2019,” katanya, kemarin.

Adapun ruas jalan yang akan diperbaiki, pertama Ruas Api-Api Pecakaran, kedua ruas Kepatihan Wonokerto Wetan, dan ketiga ruas menuju Perumahan Wobokerto Kulon. Selanjutnya ruas menuju kantor Kecamatan Wonokerto dan SMP 1 Wonokerto serta ruas Tratebang – Semut.

“Semoga perbaikan ruas jalan yang ada di beberapa titik jalan di beberapa desa di Kecamatan Wonokerto bisa menjadikan lebih meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kecamatan Wonokerto,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga yang tinggal di Perumahan Nelayan Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto meminta jalan rusak dampak pembangunan tanggul Rob segera diperbaiki, karena bila hujan jalan berlumpur dan licin.

Akses utama warga Perumahan Nelayan Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto tersebut berlimpur dan licin cukup mengganggu aktivitas warga sekitar. Terutama ketika pagi hari disaat anak sekolah dan pekerja hendak mengawali aktivitasnya.
Sedangkan untuk mengindari jalan tersebut warga sekitar harus merogoh kocek dengan menyeberang sungai ke sebelah timur atau melalui Desa Api api, Wonokerto.

“Jalan berlumpur dan licin sejak dimulainya pembangunan tanggul, karena jalan ini menjadi akses utama kendaraan proyek,” ungkap Evi (35) ibu rumah tangga warga Perum Nelayan Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto. (Yon)