Minat Warga Bertransmigran Rendah

by
BERANGKAT TRANSMIGRAN – Kepala DPM PTSP dan Naker Edy Herijanto foto bersama dengan dua kepala keluarga asal Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, yang akan berangkat transmigrasi ke Kalimantan Utara.

KAJEN – Minat masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bertransmigran saat ini rendah. Salah satu faktornya masih lekatnya kultur ‘mangan ra mangan kumpul’.

Kepala DPM PTSP dan Naker Kabupaten Pekalongan Edy Herijanto, Rabu (4/12), mengatakan, pihaknya pada tahun 2019 ini ditargetkan mengirimkan 4 kepala keluarga untuk program transmigrasi. Namun, kata dia, dua orang membatalkan diri. Satu orang mengalami kecelakaan dan satunya lagi anaknya menikah.

“Dalam transmigrasi kita tidak boleh memaksakan,” kata dia.
Oleh karena itu, pada tahun ini pihaknya memberangkatkan dua kepala keluarga yang terdiri atas tujuh jiwa untuk program transmigrasi.

“Yang sudah kita berangkatkan dari kantor pada tanggal 3 Desember menuju Transito Tugu Muda untuk diberangkatkan Pak Gubernur menuju ke Kalimantan Utara ada dua KK, terdiri dari tujuh jiwa,” terang dia.

Dikatakan, sebelum diberangkatkan mereka sudah diberi pembekalan dan pelatihan. Bantuan sosial dari pemda juga ada, yakni setiap KK mendapat Rp 14 juta.

Disinggung minat warga untuk mengikuti program itu, Edy mengakui pihaknya sangat kesulitan mencari tenaga yang mau transmigrasi. “Kita ditarget empat saja harus menyosialisasikan ke Camat dan ke desa. Kalau jagake yang ada di wilayah untuk menyosialisasikan itu sulit. Kita harus mencari siapa yang mau,” katanya.

Ditambahkan, pihaknya juga melakukan seleksi kepada warga yang benar-benar serius untuk bertransmigran. Menurutnya, seleksinya juga cukup ketat. “Warga yang olak alik, yakni yang sudah pernah transmigrasi terus pulang ke sini dan seperti itu terus kita tolak,” imbuh dia. (had)