Anggota Korpri Diminta Cepat dalam Melayani Masyarakat

by

KAJEN – Di era revolusi 4.0 ini diharapkan Korpri mampu menjawab tantangan zaman karena sudah mulai berubah. Inovasi menjadi garda depan utama untuk para korpri sekaligus meninggalkan hal yang bersifat rutinitas, monoton dan birokrasi yang berbelit-belit untuk segera ditinggalkan. Hal itu disampaikan oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi usai upacara bendera HUT ke 48 Korpri tahun 2019 di Alun-alun Kajen, Jumat (29/11/2019).

Bupati Asip juga mengajak para korpri dalam melayani masyarakat untuk supaya cepat karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat dan akurat serta pendekatan. Selama ini kita mengenal 2 pendekatan yaitu pendekatan proses dan hasil. Pendekatan hasil ditekankan lebih diutamakan tetapi jangan lupa juga sebagai birokrasi tentunya tata aturan main harus dipegang.

“Kami menggaris bawahi bahwa pendekatan proses itu penting dan pendekatan hasil itu juga sangat penting. Keduanya harus berjalan seiring dan sejalan karena kita bekerja diikat oleh berbagai aturan main,” ujarnya.

Bupati Asip juga berharap agar seluruh jajaran korpri di Kabupaten Pekalongan yang jumlahnya 8 ribu lebih ini untuk bersatu padu mewujudkan cita-cita bersama yaitu menghadirkan kesejahteraan untuk masyarakat yang secara indikatif mulai berhasil. Itu ditandai dengan turunnya angka kemiskinan dan naiknya pertumbuhan ekonomi serta sebaran pembangunan infrastruktur dasar yang sudah diminimalisir kesenjangannnya untuk daerah atas dan bawah.

“Infrastruktur daerah atas sekarang sudah mau selesai dan daerah bawah juga apalagi. Tidak hanya infrastruktur dasar saja tetapi juga membangun infrastruktur ekonomi dimana pasar lama direvitalisasi sehingga akan menimbulkan ekonomi yang baik untuk masyarakat khususnya pedagang, fasilitas untuk para umkm juga dan mendorong berdirinya lembaga pendidikan baru di Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.

Terakhir, Pemkab Pekalongan juga sedang merancang kawasan industri yang terus menerus sedang dikaji sambil menunggu perda tata ruang tetapi peminatnya sudah banyak sekali.

“Semuanya akan bisa terwujud dengan baik ketika birokrasi kita bekerja dengan cepat, tepat dan tidak monoton serta juga mempunyai jiwa entrepreneur karena basicnya masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah entrepreneur,” ucapnya.

Budaya ini akan kita switch kedalam tata pemerintahan yang saya sebut entrepreneur goverment. Sehingga aparatur birokrasi kita ini tidak memikirkan belanja saja tetapi juga bertanggung jawab terhadap pendapatan. Pendapatan menjadi kinerja kolektif agar opd terkait bisa bekerja optimal dan dibantu dengan opd lain.

“Kalau bekerjasama dengan baik saya meyakini pendapatan kita akan baik. Kalau pendapatan kita baik tidak menutup kemungkinan untuk memberikan salary lebih untuk para ASN. Ini berimbang antara reward dengan beban yang dijalankan,” tandasnya.