Radar Kajen

Dua Kecamatan Zona Merah

Kawasan Rob

SERANGAN PENYAKIT – Ribuan masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan yang tinggal di tengah genangan rob mulai terserang berbagai penyakit.
MUHAMMAD HADIYAN

Penyakit Kaki Gajah

Kondisi rob yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan sejak beberapa pekan terakhir, membuat wilayah pesisir Kota Santri berisiko tinggi tertular filariasis atau kaki gajah. Bahkan tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bahwa dua kecamatan pesisir masuk dalam zona merah penyakit ini.

Dinkes Kabupaten Pekalongan sendiri mencatat ada 42 orang yang terjangkit penyakit kaki gajah hingga menjelang akhir tahun 2017 ini.

“Data tersebut berdasarkan jumlah kasus secara komulatif di tahun 2012 hingga sekarang. Tercatat tahun ini total ada 42 warga menyebar di berbagai kecamatan. Yang terparah di Kecamatan Tirto dan Wiradesa,” ujar Sekertaris Dinas Kesehatan Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, Rabu (20/12).

Menurutnya, daerah yang termasuk zona merah warga terserang penyakit Gajah yakni Kecamatan Tirto dengan 9 penderita, 5 penderita di Kedungwuni dan 5 penderita di Wiradesa.

Dijelaskan, tak hanya di daerah pantai saja, Setiawan menuturkan, penyakit kaki gajah juga menyerang di daerah pegunungan seperti 2 kasus di Kecamatan Kandangserang dan 2 kasus Kecamatan Petungkriyono.

Menurut Setiawan, tahun 2016 tercatat 56 kasus penderita Kaki Gajah. Penyakit ini sudah terdeteksi di Kabupaten Pekalongan sejak tahun 2012. “Oleh karena itu, kita lakukan langkah-langkah pengobatan massal dan pencegahan penyakit tersebut selama 5 tahun. Tahun ini sudah menginjak tahun ke lima,” jelas Setiawan.

Untuk menekan angka penularan, pihaknya memaksimalkan peranan medis di tingkat Puskesmas maupun di tingkat pos kesehatan desa, untuk melakukan pengobatan dan pencegahan massal.
Setiawan menjelaskan penyakit ini berupa pembesaran pada kaki penderitanya hingga menyerupai kaki gajah.

“Penyakit kaki gajah (filariasis), disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Cacing filaria menginfeksi penderitannya melalui gigitan nyamuk,” jelas Setiawan.

Diterangkan bahwa penularanya juga melalui gigitan nyamuk. Hampir sebagian besar spesies nyamuk dapat menjadi vektor penyakit tersebut. Proses penularan penyakit kaki gajah ini dimulai ketika nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang mengandung mikrofilaria di dalamnya.

Setiawan menambahkan, pihaknya selalu jemput bola melalui petugas puskesmas untuk berkeliling ke desa-desa berupaya melakukan pencegahan dan pengobatan massal. “Jika Rob (banjir air rob yang menggenang), tidak berpengaruh ke sana. Tapi memang, faktor risikonya ada karena nyamuk,” tandasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments