Pemuda Harus Berani Melaporkan Pelanggaran Pemilu

by

**Dugaan Pelanggaran Pilkada 2020

PENGAWASAN PILKADA – Bawaslu Kabupaten Pekalongan mengajak pemuda andil dalam mengawasi Pilkada 2020.

KAJEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan meminta pemuda-pemudi Kabupaten Pekalongan untuk turut andil berpartisipasi dalam pengawasan Pilkada 2020. Pasalnya, berkaca pada Pemilu 2019 laporan pelanggaran Pemilu dari masyarakat masih minim, yakni 5 %.

Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzul Fahmi di sela-sela pemaparan materi sosialisasi pengawasan partisipatif di Gedung Pemuda, Kajen, Selasa (26/11). Acara ini dihadiri pemuda-pemudi sekitar 50-an orang.

Fahmi mengungkapkan, berkaca pada penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 lalu, laporan pelanggaran yang masuk di Bawaslu Kabupaten Pekalongan terkait pelanggaran sangat minim, yakni prosentasenya sekitar 5 %, sisanya merupakan hasil dari temuan petugas. “Pemilu 2019 kemarin hanya sekitar 5 % laporan pelanggaran yang dilaporkan oleh masyarakat. Selain itu adalah temuan dari jajaran Bawaslu Kabupaten Pekalongan,” ujar Fahmi.

Dikatakan, setiap warga negara berhak untuk mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu. Oleh karena itu, kata dia, pengawasan dan pelaporan atas dugaan pelanggaran dalam Pemilu itu menjadi tugas semua orang sebagai warga Negara Indonesia dan sebagai pengawal demokrasi. “Ini menjadi tugas kita semua untuk mengawal pesta demokrasi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam melakukan pengawasan, ujar dia, Bawaslu Kabupaten Pekalongan sendiri memiliki tiga strategi dalam melakukan tugasnya sebagai fungsi pengawas, yakni pertama melakukan pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran Pemilu, kedua melakukan pengawasan dalam setiap tahapan Pemilu, dan ketiga melakukan penindakan apabila terjadi pelanggaran dalam Pemilu.
“Kami punya tiga strategi dalam bertugas. Yakni melakukan pencegahan, pengawasan, dan penindakan,” kata dia.

Fahmi berharap, dalam sosialisasi ini nantinya pemuda dapat ikut berpartisipasi dalam mengawasi jalannya Pilkada 2020 nanti serta berani melaporkan kepada jajaran Bawaslu apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran Pemilu.

“Tentunya harapan kami dalam sosialisasi ini pemuda di Kabupaten Pekalongan dapat berpartisipasi untuk mengawasi kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan di tahun 2020, serta berani melaporkan kepada kami ketika terjadi dugaan pelanggaran,” pungkas dia. (had)