Tukang Jahit Meninggal di Pasar

by
MENINGGAL – Anggota Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan tengah melakukan olah TKP tempat meninggalnya seorang buruh jahit di Pasar Induk Kajen.

KAJEN – Warga Kajen digemparkan adanya seorang pria yang meninggal di area Pasar Induk Kajen, Selasa (18/11). Pria yang diketahui berprofesi sebagai tukang jahit bernama Ridwan (41) warga Dusun Kaliguci, Rt 01 Rw Desa/ Kecamatan Kandangserang, tewas setelah tersungkur.

Data dihimpun dari berbagai sumber, peristiwa itu terjadi sekira pukul 09.15 wib. Saat itu sekira pukul 09.10 Wib, korban yang mengenakan kaos warna merah duduk di teras depan toko arloji Pasar Kajen.

Entah kenapa, tiba-tiba pria tersebut pingsan di depan toko arloji, tepatnya di trotoar. Warga yang melihat itu mengira korban terjangkit penyakit ayan. Namun setelah ditunggu dan didiamkan, ternyata korban tak kembali bergerak.

Warga yang melihat curiga. Mereka kemudian mendekati korban. Setelah diperiksa dan dicek denyut nadi ternyata sudah meninggal.

Salah seorang pedagang, Sulaiman, (50) warga Dukuh Pole Panjang Desa Sambiroto Kecamatan Kajen menjelaskan saat itu ia melihat korban kejang-kejang. Setelah didiamkan beberapa menit dan didekati untuk mengecek kondisi korban diketahui sudah meninggal dunia.

“Setelah tahu korban meninggal, sekira pukul 09.30 Wib saya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kajen,” katanya.

Kabar ada pria meninggal di pasar kajen langsung menyebar. Sejumlah warga yang penasaran berusaha untuk melihat secara langsung lokasi kejadian. Bahkan tak sedikit dari warga yang mengambil foto dan memvideokan kejadian tersebut. Polisi yang datang langsung mengamankan lokasi kejadian. Setelah dilakukan olah TKP, jenazah langsung dibawa ke RSUD Kajen.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dengan adanya laporan warga mengenai seorang meninggal di depan Pasar Induk Kajen, pihaknya langsung menuju lokasi.

Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Kajen untuk dilakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan Dokter Devi dan Eko, korban meninggal tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Sementara dari keterangan mantan istri korban, Daimah (38) warga Desa Tajur Kecamatan Kandangserang, korban pernah stroke. Sebagian badan sudah mati sebelah dan mempunyai riwayat darah tinggi.
Oleh polisi, jenazah korban kemudian diserahkan pada pihak keluarga untuk selanjutnya dikebumikan di pemakaman Desa setempat. (Yon)