Politik

Golkar Usung Buwas, Pilgub Akan Sengit

Golkar Usung Buwas, Pilgub Akan Sengit

RAPIMDA – Pengurus DPP Partai Golkar Nusron Wahid, saat memimpin Rapimda Partai Golkar Jawa Tengah, di Hotel Alaska Jl. Kyai Saleh, Kota Semarang, Sabtu (16/12) sore.
TRIBUNJATENG

JAKARTA- Nama Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso dimungkinkan akan meramaikan gelaran pemilihan gubernur Jawa Tengah (Jateng) oleh Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Jika hal itu benar, menurut peneliti senior Indonesian Public Institute Karyono Wibowo, dipastikan akan menjadi gelaran Pilkada yang tak kalah seru dari Pilkada Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Wah menarik sekali itu. Bagi saya nama Budi Waseso sudah menjual dan bisa bersaing ketat dengan Ganjar Pranowo,” kata Karyono kepada INDOPOS, Senin (18/12).

Karyono menerangkan, meski Budi Waseso pernah mengutarakan tak tertarik terjun di Pilkada, namun mengingat tahun depan akan memasuki masa pensiun maka pilihan Pilgub akan menjadi alternatif berkarir di politik. “Kalau tidak salah tahun 2018 dia akan pensiun di usianya yang akan masuk 58 tahun. Jadi kalau ada parpol yang mengusung, sangat mungkin diterima olehnya,” ucapnya.

Lalu, terkait peluang, Karyono mengaku bahwa siapapun yang akan bersaing melawan pilihan PDI Perjuangan, maka sulit untuk menang. “Meskipun Budi Waseso atau Sudirman Siad punya kans dukungan potensial tapi tidak mudah menghadapi calon dari PDIP di Jawa Tengah,” ujarnya.

“Karena Jateng adalah basis PDIP dan memiliki tingkat militansi yang tinggi, selain di Bali. Siapapun yang diusung oleh partai itu dimungkinkan menang,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Nusron Wahid menegaskan partainya tidak akan bergabung bersama kekuatan Gerindra-PAN yang mengusung Sudirman Said maupun PDI Perjuangan yang hingga sekarang belum mengumumkan paslonnya.

“Masak kita jadi pengikut orang bertarung. Lebih baik kita usung sendiri. Kalau nanti tidak ada yang maju, saya yang akan maju,” ujar Nusron di sela Rapimda I tahun 2017 dan Pendidikan Politik DPD Partai Golkar Jateng di The Alaska Hotel Semarang, Sabtu (16/12).

Dia mengatakan Golkar telah menjajaki poros baru bersama PKB, PPP, NasDem, dan mungkin Partai Demokrat. “Calon-calonnya sudah kita godok dan simulasi. Sudah ada beberapa nama yang muncul. Kalau ada (calon) yang berminat lagi, nanti kita simulasi lagi,” katanya.

Nusron mengatakan dalam simulasi yang dilakukan, nama Budi Waseso (Buwas) menguat sebagai bacagub. Sementara untuk posisi bacawagub, partai-partai tersebut mengajukan kadernya masing-masing.

Yaitu Golkar mengajukan Noor Ahmad (anggota DPR RI), Wihaji (Bupati Batang), Juliyatmono (Bupati Karanganyar), Ferry Wawan Cahyono (Wakil Ketua DPRD Jateng), dan Ariyanti Dewi (Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar).

Sementara PKB menawarkan Asip Kholbihi (Bupati Pekalongan) dan Arief Rohman (Wakil Bupati Blora). Masih menurut Nusron, PPP mengajukan Ahmad Muqowam (anggota DPD RI). Anehnya, Nasdem menurutnya mengajukan nama Mundjirin (Bupati Semarang) yang menjadi kepala daerah dari PDI Perjuangan.

Pihaknya sudah melakukan pertemuan intensif dengan parpol-parpol tersebut. Nusron menjanjukan sebelum tahun baru, nama paslon yang akan diusung akan diumumkan ke publik. “Nama sudah mengerucut, tapi ini belum diputuskan,” imbuhnya.

Ditanya soal langkah Sudirman Said yang hendak mencari wakil dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), Nusron menanggapi dingin. “Biar saja kalau mau mencari dari NU, ini Golkar urusan partai,” tandasnya. (dil)

Facebook Comments