Delapan Kecamatan Kekeringan

by

**BPBD Kendal Distribusikan 3, 1 Juta Liter Air

SALURKAN AIR – BPBD Kendal saat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Bringinsari.

KENDAL – Kondisi musim kemarau tahun ini ternyata lebih parah dibanding tahun 2018. Terbukti saat ini tercatat sudah puluhan desa di delapan kecamatan di Kabupaten Kendal yang mengalami kekeringan, sehingga kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kendal, Sigit Sulistyo mengatakan, total ada puluhan ribu warga yang kesulitan air. Mereka tersebar di 21 desa di delpan kecamatan. “Delapan kecamatan itu adalah Ringinarum, Pegandon, Plantungan, Sukorejo, Patean, Singorojo, Ngampel, dan Kaliwungu,” katanya, Rabu (6/11).

Dijelaskan, kekeringan terparah terjadi di Desa Curugsewu, Kecamatan Patean. Di sana, BPBD Kendal bahkan telah menyalurkan total 554.000 liter air atau setara 126 tangki untuk 5.262 jiwa atau sekitar 1.312 keluarga. Posisi kedua di Desa Sumberejo (Kaliwungu) dengan bantuan air sebanyak 211.000 liter setara 46 tangki untuk 7.492 jiwa yang terdampak kekeringan. “”Hingga 5 November 2019 kemarin, kami sudah mendistribusikan sebanyak 349 tangki atau sekitar 3,1 juta liter air bersih untuk 21 desa. Distribusi air ini sudah kami lakukan sejak 30 Juli silam,” terang Sigit.

Musim kemarau tahun ini disebutnya lebih parah dibanding tahun lalu. Oleh karena itu, pihaknya akan terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga hingga batas waktu yang belum ditentukan. “Penyalurkan air bersih akan tetap kami lakukan. Hal itu selama ada permintaan dari masyarakat,” ucapnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal, Slamet menambahkan, selain dari BPBD Kendal, bantuan air bersih juga dilakukan oleh BPBD Jateng maupun pihak ketiga lainnya. Salah satunya yakni Korpri Kendal yang menyiapkan 50 tangki untuk 18 desa yang terdampak kekeringan. “Kegiatan itu bentuk bakti sosial dalam rangka HUT ke-48 Korpri Kendal Tahun 2019,” katanya.

Dirut PDAM Tirto Panguripan, Sunanto mengatakan, pihaknya menggunakan dua sumur dan satu mata air untuk membantu penyaluran air bersih bagi warga Kendal yang terdampak kekeringan. “Kami memanfaatkan sumur dalam di Desa Wonorejo (Kaliwungu), sumur dalam di Desa Salamsari (Patean), dan mata air Tuk Kenci di Pageruyung,” ujarnya. (lid)