Guru Harus Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

by
GURU IDEAL – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membuka acara Bakti Pada Guru untuk menciptakan guru ideal dengan memukul gong, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.

KAJEN – Indonesia akan menghadapi bonus demografi di tahun 2030. Usia produktif saat itu melonjak tinggi, dan diperkirakan akan ada 200 juta usia produktif.

Untuk mempersiapkan generasi mendatang yang mumpuni, Pemkab Pekalongan bekerja sama dengan Charoen Pokphand Foundation Indonesia dan Fakultas Psikologi Undip Semarang menggelar acara ‘Bakti Pada Guru’ di Pendapa Rumdin Bupati Pekalongan, Senin (4/11) pagi. Sebanyak 110 guru tingkat SD dan SMP di Kota Santri mengikuti pelatihan penguatan pendidikan karakter yang merupakan program CSR Charoen Pokphand ini.

“Di tahun 2030 kita akan menghadapi bonus demografi, jadi angka usia produktif itu membludak. Pada saat itu di angka 200 juta,” ujar Dekan Fakultas Psikologi Undip Dian Ratna Sawitri.

Dikatakan, jika bonus demografi itu tidak disiapkan dari sekarang maka ‘its no or never’, jadi sekarang atau tidak sama sekali. Salah satunya untuk mempersiapkan generasi itu agar ready, karena di masa depan butuh persiapan-persiapan, bukan lagi kurikulum yang kuno dan cara mengajar yang lampau. “Kita butuh giant lead, bahkan quantum lead untuk mencapai suatu perubahan yang eksponensial karena perubahan ini lebih cepat di zamannya daripada perubahan di orangnya. Untuk mempersiapkan generasi kita yang baru di masa yang akan datang, kita butuh guru yang tangguh,” ujar dia.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengapresiasi progam ini. Menurutnya, program milik Charoen Pokphand Foundation Indonesia bisa membantu peningkatan kualitas guru di Kabupaten Pekalongan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Charoen Pokphand Indonesia ini dalam memajukan kualitas guru. Saya berharap program ini bisa berlangsung secara berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan. Sebab hal ini merupakan salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Asip berpesan kepada para peserta guru untuk mengikuti pelatihan dengan baik. “Selama dua hari mengikuti pelatihan ini, saya minta kepada guru perhatikan dan cermati program ini. Sehingga bisa bermanfaat terus-menerus dan yang lebih penting yaitu aspek implementasinya di sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Andi Magdalena Siadari, Sekjen Pokphand Foundation Indonesia, mengungkapkan, program ini menggandeng Fakultas Psikologi Univesitas Diponegoro Semarang, dimana para guru akan diajak untuk melakukan pengembangan diri yang IDEAL (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, ber-Akhlak mulia dan berbudi Luhur).

“Progam ini kami laksanakan sebagai wujud bakti kami kepada para guru. Selain, itu juga kegiatan ini menekankan sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberi yang terbaik kepada bangsa sebagai guru IDEAL,” kata Magdalena.

Magdalena mengungkapkan, setelah mengikuti pelatihan program ini, para guru didorong agar mampu menjadi dambaan peserta didik dan sosok guru yang bisa menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan. (had)