Direktur Mundur, Komisi C Minta Perusda Aneka Usaha Dievaluasi Total

by
Tofani Dwi Arieyanto dan Kukuh Fajar Rhomadhon.

BATANG – Mundurnya Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha, Evariawan Sukmahadi dari jabatannya mendapat perhatian serius dari Komisi C DPRD Kabupaten Batang. Pasalnya, selama menjabat, beberapa aset milik perusahaan yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut telah dijual.

Disisi lain, pada tahun pertama menjabat, Perusda Aneka Usaha tidak memberikan keuntungan atau deviden kepada daerah. Sedangkan pada tahun 2019 ini, Perusda juga diprediksi tidak bisa memberikan deviden pada daerah.

“Pemkab Batang harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Perusda Aneka Usaha selama dibawah kepemimpinan yang bersangkutan (Evariawan Sukmahadi-red). Jangan sampai nantinya ada persoalan yang muncul dan bisa menjadi beban bagi perusda di kemudian hari,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Batang, Tofani Dwi Arieyanto.

Berdasarkan data yang masuk ke Komisi C, Perusda Aneka Usaha telah menjual aset, diantaranya bus yang dulu dibeli pada jaman pemerintahan Bupati Yoyok Riyo Sudibyo. Selain itu, juga ada aset kendaraan lain yang juga ikut dijual. Karena itu, pemkab harus melakukan inventarisir terhadap kondisi Perusda, dan jika ditemukan hal-hal yang menyimpang, maka bisa segera mengambil tindakan.

“Perusda Aneka Usaha modalnya berasal dari APBD Batang yang tak lain adalah uang rakyat, karena itu laporan pengelolaanya juga harus transparan. Jika Perusda merugi, maka daerahlah yang jelas dirugikan, karena modal yang dikucurkan sudah cukup banyak,” jelas Tofani.

Sekretaris Komisi C DPRD Batang, Kukuh Fajar Rhomadhon menambahkan, selama hampir dua tahun ini kinerja perusahaan bisa dikatakan tidak menggembirakan, jika tidak ingin dikatakan gagal. Karena itulah, evaluai total harus dilakukan guna menemukan penyebabnya, sehingga bisa dilakukan perbaikan.

“Selain itu, kedepan dalam melakukan seleksi terhadap calon direktur juga harus dilakukan dengan lebih seksama. Tujuannya agar bisa didapatkan figur yang benar-benar layak, dan mampu mengembangkaan perusda menjadi sebuah BUMD yang bisa memberikan keuntungan bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” beber Kukuh.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Batang, Evariawan Sukmahadi, mengajukan pengunduran diri. Surat tertanggal 23 Oktober 2019 itu telah dikirimkan ke Bupati Batang, dan tembusannya telah ke Inspektorat, Ketua DPRD dan Komisi C DPRD setempat.

“Iya benar Direktur Perusda Aneka Usaha mengundurkan diri pertanggal 23 Oktober lalu,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Batang, Gagok Prasetyono ketika dikonfirmasi, Senin (4/11/2019).

Pada surat yang ditujukan ke Bupati Batang tersebut Evariawan menyebutkan bahwa alasannya mengundurkan diri adalah adanya tawaran pekerjaan ditempat lain. Karena itulah, dirinya mengajukan surat pengunduran diri pekerjaan yang telah diembannya sejak 27 November 2017 lalu itu. (don)