Tahapan CPNS Belum Jelas

by

**Batang Dapat Kuota Formasi 244
**Formasi masih Butuh Revisi

BUPATI BATANG, WIHAJI

BATANG – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) kembali membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di 68 instansi pusat dan 462 pemda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menjadi satu di antara pemda yang ikut mendapatkan kuota untuk perekrutan CPNS. Namun demikian, hingga kini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat belum berani mengeluarkan statmen secara gamblang terkait formasi yang dibutuhkan.

“Kami belum berani mempublikasikannya. Belum ada perintah resmi dari pemerintah pusat. Selain itu, kami juga masih harus menjalin komunikasi lagi, terkait adanya beberapa hal yang perlu direvisi dalam formasi yang akan dibuka,” ujar Kepala BKD Kabupaten Batang, Supardi, Selasa (29/10).

Ditemui terpisah, Bupati Batang, Wihaji mengungkapkan, Pemkab pada tahun 2019 ini membuka sebanyak 244 formasi pada rekrutmen CPNS sesuai dengan kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat.

“Kita sudah menerima SK dari KemenPan-RB terkait penerimaan CPNS. Adapun kuota yang kita terima ada sebanyak 244 lowongan. Namun untuk formasinya apa saja saya kurang hafal, yang pasti ada pendidikan, kedokteran dan kebutuhan pemerintahan daerah. Akan tetapi, yang mendominasi adalah pendidikan dan kesehatan,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Batang telah mengirimkan usulan jumlah formasi yang diminta, yakni sebanyak 286 lowongan, yang terdiri dari 200 tenaga PPPK dan 86 tenaga CPNS. Namun ternyata, Pemerintah Pusat hanya membuka lowongan untuk CPNS saja.

“Hingga kini, informasinya 244 lowongan yang kita dapat tersebut hanya untuk CPNS saja. Jadi untuk formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak ada. Kemudian, untuk kapan waktu dimulai pendaftaran dan jadwal pelaksanaan CPNS 2019 kita masih menunggu informasi resmi dari Kemenpan RB,” katanya.

Ditambahkan Wihaji, Pemkab Batang dibebani untuk menyediakan lokasi penyelenggaraan tes CPNS 2019. Oleh karenanya, saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Berbeda dengan tahun kemarin, untuk lokasi pelaksanaan tes CPNS diserahkan kepada masing masing daerah. Pemda diminta untuk menjadi panitia pelaksana tes, namun untuk yang menentukan lulus atau tidaknya peserta tetap dipegang penuh oleh pemerintah pusat,” paparnya.

Bupati Wihaji mengaku kebingungan apabila lokasi pelaksanaan tes diserahkan kepada Pemkab Batang. Sebab, tidak ada lokasi yang menurutnya dapat untuk menampung ribuan peserta.

“Cukup berat, kita harus menyediakan lokasi, infrastruktur penunjang hingga teknologi CAT yang digunakan dalam tes. Apalagi kalau nanti yang daftar hingga mencapai ribuan orang,” pungkasnya. (fel)