Pilkada di Kota Santri Mulai Menghangat, Parpol Jalin Koalisi

by
BERKUNJUNG KE DPRD – Pengurus PWI Kabupaten Pekalongan saat berkunjung ke DPRD Kabupaten Pekalongan, kemarin.

Porpol Mulai Komunikasi, Di DPRD Kabupaten Pekalongan Koalisi Terjalin

Politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Pekalongan mulai menghangat. Khususnya di gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. Komunikasi antarparpol secara non formal pun sudah mulai terjalin.

Hal itu bahkan ditunjukkan saat menghadapi Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan. Beberapa parpol sudah sepaham. Hal itu bisa menjadi modal dalam koalisi pesta demokrasi mendatang. Partai yang berkoalisi menghadapi kebijakan ditunjukkan dalam koalisi fraksi. Ada empat fraksi yang selama ini sepakat menghadapi kebijakan seperti Paripurna. Keempat fraksi yang menyatu adalah Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PPP, dan Fraksi PAN.

Hal itu dibenarkan Sekjen DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul. Ketika ditemui di ruangannya, ia menyatakan dalam pesta Demokrasi 2020 kini sudah terjalin komunikasi dengan sejumlah partai yang ada di Kabupaten Pekalongan.

“Jalinan komunikasi dengan semua partai sudah berjalan, dan koalisi fraksi di DPRD bisa untuk modal, ” katanya.
Meski demikian, ia menyatakan bahwa koalisi fraksi belum juga dijadikan acuan. Namun paling tidak, empat fraksi kini sepaham menghadapi kebijakan. “Ini bisa jadikan modal untuk Pilkada 2020,” terangnya.

Saat disinggung kabar PDI Perjuangan sudah sepakat berkoalisi dengan Partai Gerindra menghadapi Pilkada 2020, Sumar Rosul, mengaku belum bisa menjawab. “Nantilah, yang jelas komunikasi terkait Pilkada 2020 kita lakukan semua parpol,” terangnya.

Terkait rekomendasi DPP partai, Sumar Rosul menyatakan belum ada. Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari DPP pusat sesuai nama yang diajukan setelah pembukaan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Pekalongan.

“Untuk rekomendasi kita tunggu saja. Biasa rekom turun akan turun satu bulan Jelang pendaftaran Pilkada 2020. Kalau pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati di bulan Maret, ya bisa saja rekom turun sebulan sebelumnyaturun,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra. Kata dia, soal pilkada diserahkan ke partai. “Kalau melihat kedetakan, PAN sudah ada kedekatan dengan salah satu partai. Tapi kita lihat saja nanti,” terangnya.

Tapi yang jelas, diakui Candra, fraksinya di DPRD memang sedang dekat dengan beberapa partai. “Ya memang kalau fraksi, kami memang ada sepahaman dengan beberapa fraksi,” ujarnya.

Pernyataan sama dilontarkan Wakil Ketua Bidang OKK DPC Partai Gerindra, Catur Andiransyah Spd. Ia pun mengamini partainya terus melakukan komunikasi dengan parpol-parpol lain. Bahkan, partainya sudah menyiapkan kader terbaik untuk dicalonkan sebagai bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati Pekalongan.

“Kita sudah siapkan kader kita (Gerindra, red) untuk mengikuti Pilkada serentak 2020,” katanya saat ditemui, kemarin.

Diungkapkan wakil rakyat dari Partai Gerindra Dapil II ini, untuk menyukseskan langkah menghantarkan kader terbaiknya menduduki bupati atau wakil bupati, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah konkrit baik internal maupun eksternal partai.

Untuk internal partai, dijelaskan Catur, pihaknya sudah menggelar rapat konsolidasi Partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Karanganyar belum lama ini. Dalam rapat koordinasi tersebut, DPP Partai Gerindra memerintahkan agar daerah-daerah, khususnya Kabupaten Pekalongan, untuk menyiapkan kader partai terbaik untuk ikuti Pilkada 2020. DPP Partai Gerindra bahkan mensuport segala sesuatu yang dibutuhkan daerah dalam menghadapi Pilkada 2020. (yon)