Disdikbud akan Evaluasi Study Tour

by

**SMPN 1 Subah Gelar Doa Bersama Tujuh Hari

DOA BERSAMA – Siswa dan guru SMPN 1 Subah menggelar doa bersama atas musibah kecelakaan rombongan study tour sekolah di Tol Cipali, Jumat (25/10).

BATANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang menyatakan keprihatiannya atas musibah kecelakaan yang dialami salah satu rombongan bus SMPN 1 Subah usai study tour di Bandung. Atas insiden tersebut, Disdikbud akan mengevaluasi program study tour yang sejauh ini lazim dilakukan sekolah-sekolah.

Kebijakan Disdikbud tersebut bisa dimaklumi, mengingat kecelakaan yang terjadi KM 181 Tol Cipali menyebabkan kepala sekolah dan dua siswanya meninggal dunia.
“Pertama dan utama, kami tentu menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Tetapi untuk antisipasi ke depan, Disdikbud tentu akan melakukan evaluasi,” ungkap Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq SP MSi, Jumat (25/10) kemarin.

Diakui Taufiq, study tour sebetulnya telah menjadi agenda rutin di banyak sekolah. Bahkan tidak hanya di Kabupaten Batang, melainkan juga daerah lainnya.
Selain sebagai rekreasi, study tour juga disebutnya untuk memperdalam pengayaan siswa atas pelajaran yang diperoleh di kelas. “Misal setelah belajar biologi di kelas, untuk pengayaan materi bisa ke Kebun Raya untuk melihat flora dan fauna yang ada,” terang Taufiq.

Namun demikian, evaluasi tetap akan dilakukan untuk mendapatkan formula kegiatan terbaik. Bisa saja, kata Taufiq, perizinan study tour ke luar kota akan diperketat. Sebagai solusi alternatif, sekolah bisa mencari lokasi di dalam kota. “Ya nanti kita kaji dulu baik buruknya, tingkat efektivitasnya, apakah study tour di luar atau cukup di dalam kota,” pungkasnya.

*)Gelar Doa Bersama
Sementara itu, menyusul musibah kecelakaan rombongan bus study tour SMPN 1 Subah pada Kamis (24/10) lalu, guru dan siswa SMPN 1 Subah menggelar doa bersama. Kegiatan tersebut telah dimulai Jumat (25/10) kemarin dan akan dilangsungkan hingga tujuh hari ke depan.

Selain sebagai wujud keprihatinan atas musibah yang menimpa keluarga besar SMPN 1 Subah, kegiatan doa bersama juga untuk melangitkan doa bagi sang kepala sekolah, Andayani Mugi Lestari dan beberapa murid yan meninggal ataupun luka-luka karena musibah kecelakaan tersebut.

“Untuk kemarin dan hari ini kegiatan belajar mengajar masih diliburkan, karena sedang dalam suasana berkabung. Namun ke depannya akan berjalan normal seperti biasanya, hanya saja setiap pagi sebelum KBM dilakukan terlebih dahulu doa bersama. Pengiriman doa ini rencananya kami gelar hingga tujuh hari mendatang,” terang Guru Kesenian SMPN 1 Subah, Dite Nur Handayani, Jumat (25/10).

Dijelaskan, doa-doa terus dipanjatkan agar bisa memberikan ketenangan pada korban yang sudah meninggal. Selain itu, para korban yang luka-luka juga harapannya bisa kembali pulih dan bisa segera pulang dari rumah sakit. Dari keterangan pihak sekolah, hingga saat ini ada lima korban luka yang saat ini sudah dirujuk di RS Qim, dan empat lainnya masih berada di rumah sakit yang ada di Cirebon.

“Alhamdulillah, korban yang ada di rumah sakit dan luka-luka sudah mendapatkan penanganan. Sudah dioperasi semua. Dan memang rata-rata kebanyakan mengalami patah tulang. Bapak ibu guru juga sudah menjenguk korban yang ada di RS Qim dan juga nantinya hari Minggu rencananya akan mengunjungi korban yang ada di Cirebon,” jelasnya.

Pihaknya berharap para korban yang masih dirawat di rumah sakit segera pulih. Sehingga bisa berkumpul dengan keluarga dan bisa kembali menjalani aktivitas kegiatan belajar mengajar. (nov)