Nasional

Golkar Cabut Dukungan ke Emil

Golkar Cabut Dukungan ke Emil

REKOMENDASI – Ridwan Kamil menerima rekomendasi dukungan DPP Golkar, Kamis (11/9/2017) lalu yang diserahkan Ketua Umumnya saat itu Setya Novanto. Namun kini rekomendasi tersebut dicabut seiring terjadinya suksesi di partai berlambang pohon beringin itu.
RILIS.ID

*Surat Sudah Diterima DPD Golkar Jabar

JAKARTA – Dukungan Partai Golongan Karya untuk pencalonan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jawa Barat hanya berumur pendek. Setelah menggelar deklarasi besar-besaran demi mendukung Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil–, DPP Partai Golkar kemarin mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk mencabut dukungan tersebut.

Keputusan itu tertuang dalam SK Nomor R 552/Golkar/XII/2017 bertanggal 17 Desember 2017. Surat dengan tanda tangan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham itu memutuskan pencabutan SK Nomor R 485/Golkar/X/2017 terkait pencalonan Ridwan Kamil sebagai cagub dan anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Golkar Daniel Mutaqien sebagai cawagub.

Pertimbangan surat itu merujuk kepada surat DPD Golkar Jabar bernomor B-116/Golkar/XII/2017 bertanggal 16 Desember 2017 terkait perkembangan terkini pilgub Jabar. Dijelaskan bahwa DPP telah meminta Emil untuk bisa segera menetapkan Daniel sebagai cawagub pendamping selambat-lambatnya pada 25 November 2017. Namun, hingga melewati batas itu, yakni Desember, belum ada keputusan yang diambil Emil.

”Dalam rangka menjaga marwah dan kehormatan partai, Partai Golkar memutuskan mencabut surat nomor R 485/Golkar/X/2017,” bunyi surat tersebut.

Dimintai konfirmasi terkait surat itu, Idrus Marham memberikan bantahan. Menurut dia, hingga saat ini DPP Partai Golkar tidak mengeluarkan pencabutan rekomendasi untuk pilkada mana pun. ”Keputusan Partai Golkar tentang pilkada adalah institusional. Keputusan institusional tidak berubah saat ada pergantian kepemimpinan,” kata Idrus.

Namun, pernyataan berbeda disampaikan Wakil Sekjen Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Ratu Dian Hatifah. Ratu membenarkan adanya surat itu meski belum disampaikan kepada pihak terkait. ”Belum dipublikasikan, masih internal. Sudah ditandatangani oleh Ketum dan Sekjen,” kata Ratu.

Adanya surat itu juga dibenarkan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Mq Iswara. ”Ya, surat itu betul. Kami terima dari wakil Sekjen DPP Partai Golkar. Kami terima surat tersebut tadi sore (kemarin, Red),” ujarnya kepada Jabar Ekspres (Jawa Pos Group) kemarin (17/12).

Keputusan itu, lanjut Iswara, keluar setelah DPP melaksanakan rapat pleno dan rapat persiapan musyawarah luar biasa kemarin (17/12). Iswara juga mengatakan bahwa alasan pencabutan rekomendasi untuk Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien adalah Ridwan belum juga memutuskan nama bakal calon wakil gubernur Jawa Barat untuk mendampinginya.

Bila mengurai dampak dari pencabutan SK tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi (Demul) diindikasikan akan mencalonkan diri. Iswara pun tidak membantah itu. Meskipun, hal tersebut merupakan kewenangan DPP. ”Jika melihat fakta yang ada, besar kemungkinan Dedi Mulyadi akan diusung oleh DPD dan DPP,” paparnya.

Arah koalisi Partai Golkar untuk pilgub Jabar diperkirakan juga berubah. Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Ade Barkah mengungkapkan, komunikasi dengan PDIP Jabar sudah cukup lama dan berjalan baik. Peluang berkoalisi dengan paket Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur dan kader PDIP yang akan menjadi wakil gubernur sangat mungkin terjadi.

”Koalisi dengan PDIP. Meski begitu, Partai Golkar akan terus melakukan komunikasi dengan partai yang lain,” terang pria yang juga wakil ketua DPRD Jabar itu. (bay/mg2/ziz/rie/c4/fat)

Facebook Comments